Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

Trenggalek - Tongkat komando Kepala Kepolisian Resort (Polres) Trenggalek resmi berganti dari AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra kepada pejabat baru AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. 

"Hari ini sudah dilakukan proses serah terima jabatan di Mapolda Jatim yang dipimpin langsung boleh Bapak Kapolda. Sertijab dilakukan bersama dengan para pejabat utama serta kapolres jajaran Polda Jatim," kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi, Senin (23/9/2019). 

Menurutnya, Kapolres Trenggalek yang baru dijabat oleh AKBP Jean Calvijn Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Kapolres Calvijn merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999. 

"Beliau lama di lingkungan reserse," ujarnya. 

AKBP Calvijn sebelumnya menangani kasus narkoba yang membelit artis sekaligus pelawak senior Nunung. Dalam kasus itu beberapa tersangka pemasok sabu-sabu Nunung ditangkap di sebuah rumah kost di Trenggalek. 

Supadi berharap pemimpin baru tersebut dapat menjalankan tugas dengan baik dan dapat memberikan pengayoman, pelayanan kepada masyarakat Trenggalek, serta meneruskan keberhasilan yang telah dicapai kapolres sebelumnya. 

Sementara itu Kapolres Sebelumnya AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra mendapatkan tugas baru menjadi Kapolres Sampang. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada AKBP Didit yang telah memimpin Polres Trenggalek dengan baik. 

"Semoga sukses di tempat yang baru dan teyap diberikan kesehatan, keselamatan serta mendapat perlindungan dari Allah SWT," imbuh Supadi. 


Foto : Dok Polres Trenggalek

Membingkai Keragaman Dalam Lukisan

Trenggalek - Ratusan perupa Jawa Timur mengikuti lomba lukis untuk menyemarakkan Hari Pahlawan di Polres Trenggalek. Berbagai tema lukis digoreskan dalam kanvas mulai kebhinekaan, anti hoaks hingga lalulintas.

Dalam lomba tersebut panitia memberikan kebebasan kepada para peserta dari berbagai aliran lukis untuk ikut berpartisipasi dan berkarya. Perserta harus menyelesaikan karyanya dalam waktu tujuh jam. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo, mengatakan kegiatan dalam rangkaian Hari Pahlawan tersebut diikuti oleh lebih dari 200 peserta mulai dari tingkat pelajar hingga para pelaku seni yang telah puluhan tahun berkecimpung berkecimpung dalam seni lukis. 

"Intinya kami ingin mengajak para pelaku seni ini ikut berpartisipasi dalam menyuarakan kedamaian di negeri ini dalam bingkai lukisan," kata Didit, Minggu (11/11/2018). 

Menurutnya, sejumlah tema dipilih dalam lomba lukis tersebut, diantaranya Bhineka Tunggal Ika, kerukunan beragama, anti hoaks hingga tertib berlalulintas. Tema-tema tersebut sengaja dipilih karena erat kaitannya dengan kehidupan di masyarakat. 

"Tema itulah yang harus kita kuatkan, sehingga kita bisa hidup dengan aman dan damai. Terlebih saat ini merupakan tahun-tahun politik, jangan sampai perbedaan pilihan politik menyebabkan kita bercerai-berai," ujar Didit. 

Sementara itu para seniman lukis tampak antusias menciptakan karyanya, goresan cat dipadu-padankan dengan ide dan kreasi dalam sebingkai kanvas. Karya-karya seniman Jawa Timur tersebut cukup menarik untuk dinikmati, berbagai pesan moral disampaikan dengan apik. 

Salah seorang peserta, Nuria Widiarti, mengaku tertarik dengan lomba lukis yang digelar instansi kepolisian tersebut, karena bisa ikut menyuarakan pesan moral melalui karyanya sendiri. 

"Saya tadi dapat bagian tema Bhineka Tunggal Ika, dalam lukisan saya tema tersebut saya gambarkan dengan keanekaragaman dalam negeri ini untuk misi besar menjaga keutuhan sang merah putih atau NKRI," ujarnya. 

Pihaknya mengapresiasi gelaran di Polres Trenggalek, karena secara khusus telah memberikan ruang kepada pelaku seni rupa untuk mengekspresikan karyanya. "Semoga ke depan digelar lagi, ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan para perupa lainnya," imbuh Nur. 



Pawai Obor 8.000 Remaja Sambut Hari Pahlawan


Trenggalek - Banyak cara dilakukan masayrakat untuk memberingati Hari Pahlawan, salah satuya seperti yang dilakukan ribuan santri dan pelajar dengan mengikuti pawai obor keliling kota. 

Program yang diselenggarakan oleh Polres Trenggalek tersebut dimulai dari Alun-alun Trenggalek, selanjutnya delapan ribu lebih santri dan pelajar tersebut berkeliling kota, mulai dari Jalan Panglima Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Brigjen Soetran, hingga berakhir di Markas Polres Trenggalek. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bamgang Wibowo, mengatakan kegiatan diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Trenggalek dan pelajar tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para generasi muda. 

"Obor ini kalau zaman dahulu dimanfaatkan untuk penerang jalan, kalau sekarang senter. Jadi zaman dahulu itu listrik masih sangat terbatas, sehingga mobilitas keluar rumah, misalkan mau ke masjid, belajar mengaji pasti pakainya obor, obor adalah kobaran semangat," kata Kapolres Didit, Jumat (9/11/2018). 

Pawai tersebut juga sekaligus sebagai wujud persatuan dan kerukunan para pemuda Trenggalek, meskipun berasal dari berbagai pesantren dan sekolah yang berbeda namun mereka tetap rukun dan semangat memperingati Hari Pahlawan. 

"Dalam momen Hari Pahlawan, saya perpesan kepada para remaja agar meneladani apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan untuk mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Pahlawan sudah berjuang susah payah agar merdeka, tentunya kita sebagai orang menikmati kemerdekaan juga harus berjuang untuk bangsa ini," ujarnya. 

Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah berjuang melawan fitnah dan kabar bohong yang saat ini marak di media sosial maupun media aplikasi pesan. Tingginya tensi hoaks dikhawatirkan akan memecah belah warga apabila tidak dilakukan perlawanan secara masif. 

"Apalagi ini adalah tahun politik, kami berpesan jangan sampai kita ini terbelah atau bermusuhan hanya karena berbeda pandangan politik," imbuh Didit. 

Sementara itu salah seorang peserta pawai obor, Mohammad Asrofi, mengaku gembira bisa mengikuti kegiatan yang dilakukan malam ini. Karena merupakan even yang jarang digear, apalagi dengan jumlah massa yang besar.

"Ini adalah pawai obor terbesar yang pernah ada di Trenggalek, jadi ya sangat senang bisa ikut," ujarnya. 

Pekerja Pembangunan Pasar Gandusari Tewas Tergencet Mesin Crane Paku Bumi

Trenggalek - Seorang pekerja pembangunan Pasar Gandusari kabupaten Trenggalek meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja. Korban tergencet alat berat yang digunakan untuk menancapkan tiang paku bumi.

Kapolsek Gandusari, AKP Rohadi, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan korban diidentifikasi bernama Yoky Saputro (21) Dusun lestari,Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kediri. Yang bersangkutan mengalami luka serius di bagian kepala. 

"Saat itu ada lima kru alat berat termasuk korban Yoky hendak menjalankan alat berat untuk pemasangan paku bumi. Pada pekerja hendak naik ke atas mesin, karena sebagai operator mesin berputar hingga korban terkena bodi alat berat itu tadi," Kata AKP Rohadi, Senin, 20/10/2018. 

Akibatnya hantaman mesin tersebut kepala korban mengami luka serius. Sejumlah rekan korban yang ada di lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan dan dievakuasi ke IGD Puskesmas Gandusaru untuk mendapatkan perawatan dokter.

"Namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia sesaat setelah mendapatkan penanganan medis," ujarnya. 

Rohadi mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak terkait perkara tersebut, karena saat ini masih dalam proses penyelidikan. Tim Inafis Polres Trenggalek juga telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kejadian termasuk para rekan kerja korban. Terkait ada atau tidaknya kelalaian pihaknya masih belum berani menyimpulkan," imbuh Rohadi.

Untuk mengetahui penyebab tewasnya korban,saat ini jasad Yoki di bawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek guna dilakukan autopsi.
foto : Istimewa





: kecelakaan kerja Trenggalek, pembangunan pasar gandusari, berita trenggalek,

Ratusan Pedagang Mengais Sisa-sisa Kebakaran Pasar Pon Trenggalek

Trenggalek - Pascapenghentian penyidikan yang dilakukan Polres Trenggalek terhadap peristiwa kebakaran Pasar Pon dua bulan lalu, ratusan pedagang diperbolehkan memasuki area pasar untuk mengais barang-barang yang bisa terselamatkan. 

Dengan pengawalan petugas pasar, kepolisiaan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Trenggalek para pedagang Pasar Pon membongk puing-puing kios dan lapak yang ludes terbakar pada 25 Agustus 2018 lalu. Proses pembukaan akses ini diberikan kepada masing-masing pemilik lapak dan kios. 

"Proses ini kami lakukan dengan ketat, mereka yang bisa masuk hanya pedagang dan karyawannya, mereka juga mendapatkan identitas atau kartu pengenal saat memasuki area pasar," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Trenggalek, Siswanto, Senin (29/10/2018) di Pasar Pon. 

Pelaksanaan pencarian sisa barang-barang pedagang tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Para pedagang dipersilahkan untuk membawa barang miliknya yang dinilai masih bermanfaat. 

"Berlakunya mulai hari ini sampai Rabu mendatang, setelah itu Dinas Komindag akan melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran. Ini kami lakukan setelah Polisi memastikan bahwa kebakaran bukan dari unsu kesengajaan, tapi korsleting listrik," ujarnya. 

Sementara itu dari pantauan detikcom, beberapa pedagang masih menemukan sisa-sisa dagangan yang tidak terbakar. Seperti yang terjadi di lapak milik Alfiah warga Lingkungan Pucung, Kelurahan Tamanan., di sembilan lapak miliknya ia masih menemukan beberapa benda yang tidak sempat terbakar, seperti dagangan sabun cuci, rokok serta benda-benda berbahan besi. 

"Itu ada ketumbar, kopi, sabun, untuk pompa air, kompor barangnya masih ada tapi sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, mungkin nanti dirongsokkan saja. Kalau melihat ini saya jadi ingat kejadian (kebakaran) itu, habis semua di situ kios bahan kue habis," imbuhnya sambil meneteskan air mata. 

Alfiah menambahkan, sejumlah anak buahnya juga mencari uang tunai Rp20 juta yang tersimpan di dalam lapak. Namun pihaknya mengaku pasrah apabila uang tersebut hilang atau hangus terbakar. 

"Dari sembilan kios ini kerugiannya kalau Rp500 juta. Saat ini saya sewa kios di Gotong Royong," jelasnya. 

Para pedagang lain juga melakukan pembongkaran sisa-sisa material pasar yang terbakar, mereka menemukan sejumlah benda yang masih bisa dimanfaatkan, mulai dari piring, gelas, timbangan dan beberapa barang lainnya. 

Setiap keluarnya barang dari dalam pasar dilakukan pendataan oleh petugas pasar, proses ini dilakukan untuk mencegah aksi pencurian maupun penyalahgunaan dari orang yang tidak bertanggung jawab. 

Sebelumnya, Polres Trenggalek memastikan kasus kebakaran Pasar Pon terjadi akibat korlseting arus listrik. Kepastian itu didapatkan setelah dilakukan uji laboratorium forensik serta pemeriksaan para saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara. 






OTT Puskesmas Pule, Pemkab Belum Ambil Sikap


Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum mengambil sikap pasca Operasi Tangkap tangan (OTT) Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Polres Trenggalek dalam dugaan pungutan liar dana jasa pelayanan di Puskesmas Pule.

Kepala Inspektorat Trenggalek, Bambang Agus Setyaji, saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan pihaknya belum mengambil langkah khusus untuk menaggapo kasus itu, namun pemerintah daerah memilih untuk menunggu proses pnyelidikan yang dilakukan petugas Polisi.

"Belum (ada langkah), kami masih menunggu dari kepolisian," kata Bambang, Jumat (19/10/2018).

Keputusan untuk menunggu tersebut diambil pemerintah, lantaran polisi belum menetapkan satupun tersangka dalam perkaran tersebut. Pihaknya juga belum ada rencana untuk memanggil tujuh pegawai yang terjaring OTT.

Sebelumnya, Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Trenggalek melakukan operasi tangkap tangan terhadap tujuh orang pegawai Puskesmas Pule, karena diduga melakukan pungli terhadap para pegawai dengan memotong dana jasa pelayanan sebesar 10 persen.

Proses pungutan dilakukan dengan mengedarkan amplop kosong bertuliskan nominal potongan yang harus diserahkan kepada tim teknis. Dari hasil OTT tersebut polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp28.719.000.

Uang hasil potongan itu selanjutnya digunakan untuk berbagai kegiatan yang tidak semestinya dan diduga sebagian untuk kepentingan pribadi.

Polisi Trenggalek OTT Pungli Jaspel Puskesmas, Sita Puluhan Juta

Barang bukti dugaan pungli Puskesmas Pule Trenggalek (www.trenggalekkita.com)
Trenggalek - Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Trenggalek melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) tujuh pegawai Puskesmas Pule terkait dugaan pungutan liar (pungli) dana jasa pelayanan (Jaspel).

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, mengatakan OTT dilakukan pada 17 Oktober lalu. Dalam kasus ini pihaknya mengamankan barang bukti uang tunai Rp 28.719.000 dari dua pegawai.

"Selain itu ada juga barang bukti berupa buku catatan pengelolaan iuran jasa pelayanan, komputer dan beberapa barang bukti lain," kata Didit, Jumat (19/10/2018).

Menurutnya, dugaan pungli dilakukan secara periodik setiap tiga bulan sekali. Anggaran jaspel yang berasal dari dana kapitasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan anggaran pemerintah lainnya, yang seharusnya diterimakan kepada 65 pegawai diduga dipotong 10 persen.

Nominal pemotongan berbeda-beda disesuaikan dengan golongan dan kepangkatan masing-masing pegawai. Saat dilakukan penyitaan, uang tunai tersebut dimasukkan dalam 48 amplop lengkap dengan identitas pegawai yang menyetorkan, termasuk nominal potongan.

"Jadi modusnya, uang jaspel ditransfer ke masing karyawan yang menerima, kemudian di Puskesmas tersebut ada tujuh orang pegawai yang menamakan dirinya tim teknis bertugas melakukan pemungutn kepada masing-masing karyawan," ujar Didit.

Proses pengumpulan pungutan dana 10 persen dari jaspel itu dilakukan secara terang-terangan. Tim teknis menyediakan amplop kosong yang bertuliskan nama pegawai, NIP, besaran jaspel serta nominal 10 persen yang harus disetor.

Selanjutnya amplop tersebut diedarkan kepada para penerima untuk diisi dengan uang sesuai dengan nominal yang tertera. Dana potongan tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu dan digunkaan untuk berbagai kegiatan diluar peruntukan semestinya dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Dalam kasus ini, Polisi masih belum menetapkan tersangka karena masih dalam tahap pemeriksaan para saksi. "Kami masih mencari siapa sebetulnya orang yang menginisiasi atau memerintahkan," kata Kapolres Trenggalek Didit.


#trenggalek #polrestrenggalek #OTTtrenggalek #beritatrenggalek

Polisi Trenggalek Ungkap Penipuan Bermodus Lelang Mobil

Trenggalek - Kepolisian Resort Trenggalek menangkap seorang pelaku penipuan dan penggelapan dengan modus lelang mobil bekas perusahaan. Pelaku berhasil membawa kabur uang korban ratusan juta rupiah.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan, tersangka Aris Susanto, warga Desa Mantren, Kecamatan Kebonangung, Pacitan ini diamankan saat bersembunyi di salah satu hotel di Surakarta, Jawa Tengah.  Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah bukti berupa bukti transaksi, surat perjanjian antara korban dengan pelaku serta rekening.

"Kasus berawal saat Aris bertemu dengan korban Sahudi, warga Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Pelaku mengaku bisa menjadi perantara pembelian mobil Toyota Rush melalui lelang yang diselenggarakan oleh perusahaan nasional," kata Didit, Selasa (16/10/2018).

Sebagai syarat untuk mendapatkan mobil yang diinginkan, korban diwajibkan untuk menyetor uang sebesar Rp120 juta. Proses pembayaran dilakukan seara bertahap besaran yang berbeda-beda.

"Transaksi pertama Rp60 juta, kemudian dilanjutkan dengan tiga kali transaksi lain sehingga totalnya menjadi Rp120 juta," ujar Didit.

Namun setelah mendapatkan uang pembelian, tersangka justru menghilang dan tidak bisa dihubungi oleh korban. Akhirnya, kasus tersebu dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Kerja keras dari Satreskrim akhirnya pelaku berhasil kami tangkap. Tersangka saat kami tahan dan dijerat dengan pasal 372/378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat penjara," imbuh kapolres.

Tipu Pengusaha Beras, Pemuda Blitar Bawa Kabur Rp 30 Juta

Trenggalek - Jajaran Polres Trenggalek menangkap seorang broker perdagangan beras, karena diduga telah pelaku penipuan dan penggelapan uang hasil penjualan sebesar Rp30 juta. Pelaku merupakan residivis yang dua kali masuk penjara serupa.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, mengatakan kasus penipuan dan penggelapan tersebut berawal, saat tersangka Rudianto (33) warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mencari pedagang beras untuk memasok kebutuhan distributor beras asal Durenan Trenggalek. 

"Saat itu pelaku menghubungi korban Bibit Rian Saputro (35) warga Kebumen, Jawa Tengah. Korban tersebut merupakan pedagang beras, pelaku ini mengaku disuruh bibinya untuk membeli beras," kata Didit Bambang Wibowo, Senin (15/10/2018). 

Dari komunikasi melalui telepon dan pesan Whatsapp tersebut, korban akhirnya bertemu dengan korban di wilayah Blitar untuk menunjukkan contoh beras yang dijual sekaligus menyampaikan harganya. 

Selanjutnya, pelaku Rudi membawa sampel beras tersebut kepada distributor beras asal Durenan Trenggalek, Sutiwi. Setelah memastikan harga serta beras yang diminta telah sesuai, pelaku langsung menghubungi korban agar mengirimkan beras yang akan dibeli sejummlah tujuh ton. 

"Beras itu kemudian dikirimkan oleh korban dengan menggunakan truk tronton dan langsung dibawa ke gudang milik Sutiwi" imbuhnya. 

Didit menambahkan, setelah proses pembongkaran selesai, korban dan pelaku peninggalkan lokasi pergudangan. Saat itulah Rudianto menyampaikan kepada korban jika uang hasil penjualan beras tersebut akan ditransfer langsung melalui rekening Sutiwi. 

"Namun saat di Blitar, pelaku justru kabur dan menghilang. Akhirnya korban kembali lagi ke gudang beras di Durenan, nah di lokasi itu Sutiwi mengaku telah membayar uang muka beras kepada pelaku Rudi sebesar Rp30 juta dari total Rp62,5 juta yang harus dibayar," ujar Didit. 

Sadar menjadi korban penipuan broker, korban Bibit akhirnya melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi setempat. Pelaku berhasil ditangkap polisi beberapa hari kemudian beserta barang bukti uang tunai puluhan juta rupiah. 

Sementara itu Rudianto mengakui seluruh perbuatannya, ia berdalih uang hasil penjualan beras yang digelapkan digunakan untuk membayar utang kepada salah seorang temannya. 

"Saya terlilit utang lumayan banyak, ada Rp16 juta ada beberapa yang lain," kata Rudianto. 

Akibat perbuatannya, kini tersangka Rudianto harus mendekam di tahanan Polres Trenggalek dan dijerat pasal 378/372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Sementara itu dari catatan kepolisian, pelaku telah dua kali melakukan aksi serupa di wilayah Blitar. 


#trenggalek #polrestrenggalek





Tumpahan Solar 1 Kilometer Akibatkan Laka Beruntun

Trenggalek - Sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan di jalur utama di Trenggalek , akibat terpeleset tumpahan solar sepanjang satu kilometer. Polisi dan warga bergotong royong untuk menutup tumpahan solar dengan pasir. 

Ceceran solar tersebar mulai dari simpang tiga Jaranan, Karangsoko hingga simpang tiga Jagalan, Kelurahan Ngantru. Bahkan di simpang tiga Widowati Jalan Soekarno-Hatta tumpahan solar cukup banyak, bahan hingga menggenang. 

"Ya di lampu merah itu tadi banyak yang jatuh terpeleset, kemudian di depan dealer sepeda motor ini juga ada tiga kendaraan yang jatuh, kemudian di sebelah utara juga ada," kata salah seorang warga Mangin, Sabtu (13/10/2018). 

Pihaknya tidak mengetahui secara pasti kendaraan yang membawa cairan solar tersebut, namun ceceran sudah terjadi sejak Sabtu pagi. Dua anggota polisi dari Satlantas Polres Trenggalek dan beberapa warga bergotong royong menaburkan pasir di atas tumpahan solar ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. 

Saat proses penaburan pasir, salah seorang pengendara sepeda motor juga sempat terjatuh, akibat terpeleset cairan bahan bakar diesel tersebut. Beruntung tidak sampai menimbulkan luka parah. 

Salah seorang anggota Satlantas Polres Trenggalek, Brigadir Polisi Bagus Dewandaru, mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, karena tumpahan cairan solar tersebut cukup banyak. 

"Ini kami taburi dengan pasir agar tidak licin," kata Bagus. 

Menurutnya, tumpahan solar ini diduga berasal dari mobil tangki yang mengalami kebocoran, namun hingga kini belum diketahui pemilik kendaraan, karena telah meninggalkan wilayah kota.

Nyaru Teman TKI, Emak-emak Gasak Emas

Trenggalek - Kepolisian Resort Trenggalek menangkap seorang ibu rumah tangga karena diduga melakukan penipuan dan pencurian dengan berpura-pura sebagai teman seorang TKI. Pelaku berhasil membawa kabur perhiasan dan satu unit telepon genggam. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, mengatakan pelaku Sunarti (40) warga Desa Polaman, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tersebut beraksi di rumah korban Misriah warga Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. 

"Jadi pelaku ini mendatangi rumah korban di wilayah Gandusari dengan berpura-pura sebagai temah dari anak korban yang menjadi TKI di Taiwan. Saat itu dia menginformasikan bahwa anak korban sedang hamil dan membutuhkan obat-obatan," kata Didit Bambang, Rabu (10/10/2018). 

Dari situlah selanjutnya pelaku meminta uang kepada korban dengan alasan untuk membelikan obat-obatan untuk anaknya. Namun karena tidak memiliki uang tunai akhirnya korban Mirsiah memberikan sejumlah perhiasan emas seberat 47 gram. 

"Setelah menerima emas tersebut pelaku langsung kabur. Nah ternyata pada saat korban itu mengambilkan emas, si pelaku ini juga mencuri sebuah HP yang ada di dalam rumah korban," ujarnya. 

Sejumlah barang hasil curian serta penipuan tersebut selanjutnya dijual oleh pelaku senilai Rp14 juta dan dibelikan satu unit sepeda motor Honda Beat nomor polisi N 3086 EES. 

Sementara itu menurut tersangka Sunarti, untuk mencari sasaran korban ia terlebih dahulu bertanya ke sejumlah warga di lingkungan desa tersebut. "Saya beraksi sendiri, sebelumnya tanya ke warga, siapa warga sekitar yang saat ini jadi TKI, kemduian saya datangi," ujar pelaku Sunarti. 

Akibat perbuatannya kini tersangka diamankan di Polres Trenggalek dan dijerat dengan pasal 362 dan 378 KUHP tentang pecurian dan penggelapan dengan ancaman hukuman mksimal empat tahun penjara. 

Polres Trenggalek Salat Gaib Doakan Istri dan Ajudan Kapolres Tulungagung

Trenggalek - Ratusan anggota Polres Trenggalek dan masyarakat menggelar salat gaib dan doa bersama untuk mendoakan istri dan ajudan Kapolres Tulungagung yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas di Mojokerto. 

Salah gaib digelar di Masjid Polres Trenggalek usai melaksanakan salat jumat. Para anggota kepolisian dan jamaah lain tampak khusuk memberikan doa kepada istri Kapolres Tulungagung Anggi Tofik dan ajudannya Bripda Lutfi. 

"Kami turut berbelasungkawa atas meninggal ibu Anggi Tofik dan Bripda Lutfi, semoga keduanya diterima di sisiNYA," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, Jumat (28/9/2018). 

Usai salat gaib, jamaah langsung mengelar doa bersama dengan membaca surat Yasin serta Tahlil. Jajaran Kepolisian Trenggakek juga mendoakan kesembuhan AKBP Tofik Sukendar yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di Surabaya. 

Sebelumnya, sebuah mobil Toyota Land Cruiser mengalami kecelakaan pada Kamis (27/9) sekitar pukul 23.30 WIB di Tol Suroboyo-Mojokerto Desa Sidorejo, Jetis, Mojokerto. Mobil yang ditumpangi Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan istrinya, Anggi, ajudan Bripda Lutfi dan sopir Bripda Tomy. 

Akibat kecelakaan ini istri kapolres dan ajudan me meninggal dunia, karena mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Sementara itu kapolres masih menjalani perawatan intensif di Surabaya. 


Ditinggal Istri Ke Luar Negeri, Pria ini Cabuli Anak di Bawah Umur

Trenggalek - Kepolisian Resort Trenggalek menangkap seorang pelaku pencabulan' terhadap anak di bawah umur. Aksi itu dilakukan selama tiga tahun mulai kelas V SD hingga Kelas VII SMP. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo, mengatakan aksi bejat tersebut dilakukan oleh Sutiyono (40), Warga Kecamatan Munjungan, Trenggalek. Pelaku memperdayai korban dengan bujuk rayu dan memberikan uang Rp10 ribu. 

"Kejadian ini terbongkar setelah orang tua korban curiga dengan kondisi kamar anaknya yang berantakan, selanjutnya ia bertanya kepada sang anak dan akhirnya diceritakan kejadian  yang dialami," kata Didit, Senin (24/9/2018). 

Dalam melakukan tindakan asusila itu, pelaku masuk ke rumah korban saat kondisi sedang sepi, selanjutnya pelaku langsung melakukan aksinya kepada korban yang masih berusia 12 tahun. Setelah mencabuli korban, tersangka memberikan uang jajan Rp10 ribu. 

"Dari proses penyidikan, tersangka mengakui jika sudah melakukan tindakan amoral tersebut sejak korban masih duduk di bangku kelas V SD hingga Kelas VII SMP. Jadi sudah tiga tahun," jelas Didit. 

Dari penelurusan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Trenggalek, diketahui jika pelaku diduga sedang kesepian dan tidak bisa menyalurkan hasrat biologisnya, lantaran istrinya sedang bekerja di luar negeri. 

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya elana dan baju milik korban, sepasang sandal jepit tersangka, serta emat bungkus permen. 

Akibat perbuatannya, kini tersangka diamankan di Polres Trenggalek guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua UURI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Kapolres Trenggalek. 

Mengaku Polisi, Pria ini Cangkul Warga


Trenggalek - Tim Buru Sergap Polsek Watulimo Trenggalek menangkap dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi dan melakukan penganiayaan terhadap seorang warga dengan cangkul. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, mengatakan dua pelaku yang diamankan adalah Bambang Wahyudi alias Tolet (28) warga Desa Semarum, Kecamatan Durenan serta Bagus Saputra alias Plecet (34) warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan Trenggalek. 

"Kedua pelaku ini melakukan penganiayaan terhadap Imanuddin alias Acong (42) warga Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Tulungagung. Penganiayaan dilakukan para pelaku dengan menghujamkan cangkul ke wajak korban, meskipun agak meleset, namun korban mengalami lika," kata Didit, Senin (24/9/2018). 

Kejadian penganiayaan berlangsung di hamalam rumah orang tua Imanuddin, Sujinah, di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Saat itu kedua pelaku mendatangi rumah Sujinah dengan alasan untuk mencari keberadaan korban Imanuddin. Korban dituding telah memiliki hubungan asmara dengan kakak ipar salah satu pelaku.  

"Saat mencari korban tersebut para pelaku mengaku sebagai anggota Polres Tulungagung. Pada pencarian pertama korban tidak ketemu, kemudian selang beberapa saat kemdian pelaku ini kembali ke rumah SUjinah," imbuh Didit. 

Dalam pencaria kedua ini, pelaku berhasil bertemu dengan korban. Saat itulah para pelaku langsung mengamuk dan melakukan penganiayaan dengan mencoba menghujamkan cangkul ke dahi korban. 

"Namun upaya itu gagal, hantaman cangkul meleset hingga mengenai bagian pelipis kiri, akibatnya korban mengali luka hingga mengucurkan darah," jelas kapolres. 

Belum puas melakukan proses penganiayaan, pelaku juga melakukan perusakan rumah orang tua korban, denan merusak jendela kaca, serta dinding rumah yang terbuat dari kalsiboard. 

Imanuddin yang merasa menjadi korban penganiayaan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Watulimo. Dari hasil penyelidikan para pelaku berhasil ditangkap di rumahnya di wilayah Durenan. 

Akibat perbuatannya, kini kedua tersangka harus mendekam di tahanan Polres Trenggalek dan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. 

Labfor Polda Jatim Olah TKP Kebakaran Pasar Trenggalek


Trenggalek - Tim Laboratorium Forensik Polri melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa kebakaran Pasar Pon Trenggalek pada Sabtu dini hari lalu. Petugas membawa sejumlah sampel dari lokasi kejadian untuk dilakukan uji laboratorium. 

Sejumlah anggota Labfor yang dibantu anggota Inafis Polres Trenggalek melakukan penyisiran di lokasi kejadian kebakaran selama 2,5 jam. Sejumlah saksi mata termasuk penjaga pasar di datangkan langsung untuk menguatkan bukti-bukti di lapangan. 

Salah seorang anggota Labfor Kompol Wandi, mengatakan salah setu lokasi yang menjadi fokus penyisiran berada di bagian tengah pasar, di lokasi tersebut pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti termasuk sampel abu. 

"Tadi yang kami amankan ada kabel, kipas angin, termasuk abu dan arang. Lokasinya di tengah, tepatnya dimana kami masih belum tahu karena akan kami kroscek dengan denahnya. Untuk lebih detailnya ke Pak Kasatreskrim," kata Kompol Wandi, Rabu (29/8/2018). 

Sementara itu Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana, membenarkan salah satu lokasi yang menjadi fokus penyisiran tim Labfor berada di tengah pasar. Hal ini dilakukan sesuai dengan keterangan sejumlah saksi yang mengetahui awal kejadian serta beberapa petunjuk lain. 

Polisi memastikan telah mendapat sejumah petunjuk terkait kasus kebakaran tersebut, namun Andana enggan mengungkapkan kepada wartawan apakah ada indikasi pembakaran atau murni kebakaran, karena masih menunggu hasil pengujian laboratorium. 

"Jadi masih ada beberapa sampel yang harus diperiksa di laboratorium forensik, nanti hasil secara resmi akan kami sampaikan," ujarnya Rabu sore. 

Salah satu barang yang diamankan adalah arang yang diduga berasal dari titik api pertama kali muncul, hal ini juga telah dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian. 

Dengan pemeriksaan itu diharapkan akan segera diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang meludeskan ratusan kios dan lapak pedagang tersebut. POlisi memastikan akan melakukan penagakan hukum apabila mengarah pada tindak kriminal. 

"Saya tidak bisa memprediksi berapa lama proses laboratorium itu akan selesai, tapi yang jelas nanti akan saya sampaikan," imbuh perwira pertama ini. 



Puluhan Senjata Api Anggota Polres Trenggalek Diperiksa, Kenapa ?

Trenggalek - Pimpinan Polres Trenggalek dan Propam melakukan pemeriksaan mendadak terhadap puluhan senjata api (Senpi) organik yang digunakan anggota Polres Trenggalek. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi serta fungsi senjata api untuk antisipasi tindak kejahatan maupun ancaman terorisme. 

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap senpi jenis pistol yang biasa dibawa oleh anggotanya dalam melakukan tugas sehari-hari. 

"Kami memeriksa apakah senjata yang digunakan itu masih berfungsi baik atau ada yang mengalami kerusakan. Yang kami periksa dari semua fungsi mulai Reskrim, Intel, narkoba maupun Lalulintas," kata AKBP Didit Bambang, Selasa (22/5/2018). 

Dijelaskan, proses pemeriksaan tersebut dinilai penting karena untuk memastikan kesiapsiagaan Polisi dalam memberikan pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat. Terlebih ditengah kondisi keamanan yang saat ini rawan terhadap ancaman tindak kejahatan maupun terorisme. 

Didit menjelaskan, selain melakukan pemeriksaan senjata, pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh pemegang senjata untuk selalu berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) saat "menggunakan senpi. 

"Disisi lain dalam rangka menghadapi ancaman terorisme dan ancaman keamanan yang lain, kami melatih anggota kami dalam mengamankan markas maupun obyek vital lainnya," ujar perwira menenangah ini. 

Dengan pelatihan intensif diharapkan seluruh Polisi yang bertugas di wilayahnya dapat bekerja secara maksimal dan siap dalam mengadapi berbagai ancaman ganggunan keamanan di dalam maupun luar markas. (Muttaqin)  

Ini Sasaran Operasi Pekat Semeru Polres Trenggalek

Trenggalek - Kepolisian Resort (Polres) Trenggalek mulai melakukan operasi 'Pekat Semeru 2018' selama 12 hari mendatang. Operasi dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan. 

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, mengatakan dalam operasi penyakit masyarakat tersebut terdapat sejumlah sasaran diantaranya prostitusi, judi, bahan peledak, pornografi. 

"Kemudian premanisme, narkotika dan obat-obatan terlarang serta minuman keras," kata Didit, Selasa (22/5/2018). 

Pihaknya mengaku akan memaksimalkan seluruh kesatuan dan fungsi untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Dengan Operasi Pekat tersebut wilayah Trenggalek dalam kondisi keamanan dan ketertiban selama puasa dan lebaran tetap terjaga. 

"Tentu operasi ini akan bebeda dibanding dengan kegiatan non operasi. Semua harus bergerak sehingga memberikan dampak positif bagi kamtibmas Trenggalek," jelasnya. 

Operasi Pekat Semeru 2018 dilaksanakan   mulai 21 Mei hingga 1 Juni mendatang. Dalam operasi ini Polres Trenggalek membentuk empat satuan tugas (satgas) yakni Satgas Deteksi, Satgas Tindak, Satgas Gakkum serta Satgas Banops. Sedangkan jumlah anggota Polisi yang terlibat sebanyak 50 personil. (Muttaqin)

Teras Pos Polisi Widowati Trenggalek Ambruk




Trenggalek - Teras Pos Polisi di simpang empat Widowati Trenggalek ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Selasa malam.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Trenggalek Ipda Zainuddin, mengatakan kejadian robohnya teras Pos 9.0 tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan deras dan disertai angin kencang.

"Saat itu beberapa anggota yang ada di dalam pos kaget, karena tiba-tiba terdengar suara roboh, ternyata teras itu ambruk. Anggota langsung keluar dari pos untuk menyelamatkan diri," kata Zainuddin, Rabu (11/4/2018).

Bagian depan teras yang terbuat dari rancangan besi dan seng tersebut roboh, sedangkan dua unit kendaraan polisi terparkir di bawahnya, berupa sepeda motor dan satu unit mobil patroli.

"Korban jiwa maupun luka tidak ada, kemudian kendaraan yang tadi sempat tetimpa juga tidak mengalami kerusakan, sekarang sudah dievakuasi semua. Hanya kerugian materiil," jelas Zainuddin.

Rabu siang belasan anggota Satlantas Polres Trenggalek bergotong royong membersihkan material teras yang ambruk serta mengevakuasi kendaraan serta berbagai perlengkapan yang ada di dalam pos.

"Untuk sementara Pos 9.0 tidak dapat difungsikan dan kegiatan kami alihkan di Pos Sahabat di simpang empat Basuki, sambil menunggu pembangunan," imbuhnya.

Safari Subuh, Cara Polisi Trenggalek Tangkal Radikalisme dan Hoax

Trenggalek - Banyak cara yang dilakukan anggota polisi untuk mereduksi faham radikalisme serta melawan maraknya berita bohong (Hoax) menjelang pilkada. Salah satunya seperti yang dilakukan jajaran Polres Trenggalek dengan menggelar safari Subuh dan Jumat. 
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, mengatakan safari dilakukan secara bergiliran di masjid-masjid maupun musala yang ada di seluruh kabupaten. Polisi tidak hanya sekedar berpatroli, namun juga ikut berbaur bersama para jemaah dan menyampaikan langsung pesan antiradikalisme maupun hoax. 

"Kegiatannya pada intinya adalah memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang berbagai macam persoalan, mulai dari radikalisme, hoax, kriminalitas, anti narkoba maupun peristiwa-peristiwa yang sekarang sedang marak," kata Didit, Kamis (5/4/2018). 

Tujuannya, agar masyarakat menjadi waspada dengan berbagai ancaman kriminalitas, serta tidak mudah terprovkasi dengan berbagai isu maupun kabar bohong yang banyak bertebaran melalui media sosial maupun aplikasi pengirim pesan. 

Cara ini dinilai cukup efektif, karena masyarakat bisa berkomunikasi langsung dengan para anggota polisi yang hadir di tempat ibadah tersebut, termasuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan masing-masing. 

"Kami ikut menyampaikan pesan-pesan itu setelah kegiatan Salat Subuh dan Jumatan selesai. Ini sekaligus cara kami untuk mendekatkan langsung dengan masyarakat," jelas Didit. 

Didit menambahkan, kegiatan safari tidak hanya dilakukan oleh anggotanya, namun ia sendiri ikut turun langsung ke lapangan untuk memimpin kegiatan tersebut. Sedangkan di tingkat polsek akan dipimpin langsung oleh masing-masing kapolsek. 

"Salah satu hal penting yang kami sampaikan adalah tentang penggunaan media sosial, karena itu menyangkut Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Karena penggunaan medis sosial yang salah bisa berakibat fatal," jelas orang nomor satu di Polres Trenggalek ini. 

Program safari Subuh dan Jumat tersebut akan terus dilakukan, terlebih saat ini bersamaan dengan musim kampanye Pilkada Jawa Timur 2018. Pihaknya berharap, meskipun dalam pesta demokrasi banyak yang memiliki perbedaan pendapat dan piihan, namun kondusifitas wilayahnya tetap terjaga. 


Tersangka Gelonggong Akui Korban Jalani Cinta Segitiga

Trenggalek - Rini, salah satu tersangka utama yang menggelonggong Ibunya sendiri hingga tewas mengakui ada hubungan asmara antara Ibunya dengan Mikun. 

"Mikun itu selingkuhannya Ibu saya, dia sering ke rumah, kemana-mana ya berdua, " kata Rini, Senin ( 2/4/2018). 

Menurutnya, hubungan gelap antara Mikun dengan Ibunya Tukinem sudah terjalin lama, bahkan yang bersangkutan sering bertandang ke rumahnya. Namun ia dan saudaranya tidak bisa berbuat banyak, karena korban tidak pernah mengindahkan. 

"Dulunya pernah kami tegur, tapi ya tidak terima gitu. Waktu di rumah itu ya lama biasanya, sudah kaya rumahnya sendiri, kadang pas bapak ada kadang juga tidak ada," ujar Rini. 

Menurutnya, meskipun mengetahui hubungan tersebut, ia sama sekali tidak memiliki amarah maupun dendam terhadap Ibunya maupun Mikun, bahkan ia mengklaim mendukung apapun yang dilakukan asalkan bahagia. 

"Saya tidak marah, apapun yang dilakukan Ibu saya dukung, pokoknya Ibu bahagia saya dukung," ucap Rini di Polres Trenggalek. 

Anak kandung dari korban Tukinem ini berkilah tidak pernah merancanakan untuk menganiaya Ibunya dengan digelonggong air hingga tewas. menurutnya kejadian yang dilakukan secara beramai-ramai itu hanya spontannitas. 

"Tiba-tiba muncul begitu saja cara mengobati dengan cara (digelonggong) itu, sebelumnya tidak ada rencana sama sekali. Sebelumnya tidak ada rencana maupun cekcok, kami tanpa sadar melakukan itu," imbuh tersangka Rini. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana memastikan, kondisi kesehatan para tersangka dalam kondisi sehat. Yang bersangkutan juga telah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD dr Soedomo Trenggalek. 

"Kalau hasil pemeriksaan seperti apa, itu rahasia penyidik, tapi yang bersangkutan sehat dan biaa menjelaskan secara rinci terjadinya kasus itu (kekerasan), " kata Andana.