Lokasi Terlalu Jauh Dari Pantai, Mensos Risma Minta Lumbung Sosial Trenggalek Dipindah

Trenggalek - Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta lumbung sosial yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi saat terjadi tsunami dipindah ke tempat yang lebih representatif. 

Saat meninjau lokasi lumbung sosial di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Risma menyebut posisi lumbung terlalu jauh dari jalur evakuasi tsunami. Padahal seharusnya lokasi lumbung sosial ditempatkan pada titik kumpul pengungsi. 

Dengan penempatan yang tepat maka, masyarakat yang mengungsi dari ancaman bencana bisa "survive".  "Acuannya adalah data dari BMKG. Berapa ketinggian tsunami. Nah lumbung sosial harus lebih tinggi dari itu, tapi jangan yang rawan longsor," kata Risma, Sabtu (25/12/2021). 

Lumbung sosial disiapkan Kementerian Sosial di seluruh daerah rawan tsunami di pesisir selatan pulau Jawa. Di setiap lumbung disiapkan beranekaragam kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari makanan, tenda, selimut, fasilitas air bersih, dan berbagai kebutuhan lainnya. 

Di Trenggalek lumbung sosial disebar di tiga kecamatan rawan tsunami, yakni Watulimo, Munjungan dan Kecamatan Panggul. Tak hanya lumbung sosial, Risma meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan jalur evakuasi yang baik, sehingga mudah diakses masyarakat saat terjadi kondisi darurat. 

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendukung upaya Kemensos dalam mengantisipasi dampak sosial jika terjadi bencana. Pihaknya berjanji akan menyiapkan lokasi lumbung sosial yang lebih tepat dan aman. 

"Kami sudah sepakati titik evakuasi yang aman dan tepat untuk ditempatkan lumbung sosial ini," kata M Nur Arifin. 

BMKG Gelar Sekolah Cuaca Untuk Nelayan Trenggalek

Trenggalek - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendorong para nelayan Trenggalek untuk memanfaatkan teknologi informasi maritim dengan menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan pelatihan yang digelar di Kecamatan Munjungan, Trenggalek, dengan sasaran para nelayan tradisional yang beraktivitas di kawasan Teluk Sumbreng. 

"Kalau dulu kan ada ilmu titen, musim-musim tertentu bisa melaut dengan aman, sekarang ilmu titen ini sudah kacau, karena perubahan iklim," kata Dwikorita, Kamis (7/10/2021) di Balai Desa Munjungan.

Untuk menjawab kebutuhan nelayan itulah BMKG telah menyediakan sistem informasi maritim yang lengkap dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Siatem yang dirangkum dalam laman INAWIS BMKG itu berisi berbagai informasi maritim, mulai dari cuaca, gelombang laut, arus hingga posisi keberadaan ikan. 

Sehingga dengan mengetahui kondisi maritim, nelayan dapat merencanakan kegiatan melaut secara efektif dan aman. Bahkan mampu mendapatkan tangkapan ikan dengan jumlah yang lebih banyak, karena di laman itu juga disiapkan informasi posisi kerumunan ikan.

"Dalam SLCN ini kami melakukan pelatihan untuk memahami cuaca dan gelombang. Ada beberapa teknologi agar dipahami para nelayan, agar mampu merencanakan akan melaut kapan," ujarnya. 

Menurutnya dengan ketrampilan membaca cuaca pada informasi yang disiapkan BMKG, pihaknya berharap angka kecelakaan laut yang dialami para nelayan akan berkurang drastis, selain itu hasil tangkapan mengalami peningkatan. 

Di Trenggalek, kegiatan SLCN digelar selama dua hari berturut-turut di Kecamatan Munjungan, dengan target nelayan yang dilatih mencapai 100 orang. Para nelayan yang telah mendapatkan pelatihan diharap dapat menularkan ilmunya kepada nelayan lain.

Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohammad Natanegara, mendukungnya upaya peningkatan kapasitas nelayan. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah untuk memaksimalkan emas biru atau hasil laut. 

"Ini sesuai dengan semangat Pak Pak Bupati untuk tidak melakukan penambangan emas, tapi yang digalakkan adalah tambang emas hijau dan emas biru atau hasil laut," kata Syah. 

Diharapkan dengan pemanfaatan teknologi yang dimiliki BMKG maka kesejahteraan para nelayan di pesisir selatan Trenggalek mengalami peningkatan. 

Akhirnya Peledakan Bendungan Bagong Trenggalek Dilanjutkan

Trenggalek - Proses peledakan atau blasting di kawasan proyek nasional Bendungan Bagong Trenggalek akhirnya bisa kembali dijalankan, setelah sempat tertunda akibat pendudukan dan penolakan warga. 

Peledakan kali ini dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin. 16 titik bahan peledak yang telah ditanam sejak lima hari yang lalu berhasil meledak dengan sempurna tanpa menimbulkan dampak bagi perkampungan. 

"Hari ini kami mengawasi langsung SOP yang diterapkan oleh pihak ketiga, kemudian dari BBWS Brantas dan juga staf ahli Kementerian PUPR dan forkopimda. Saya tadi langsung memimpin, semua berjalan aman," kata M Nur Arifin, Rabu (25/8/2021). 

Menurutnya dalam proses peledakan kali ini tidak ada lagi warga yang menduduki atau menolak tahapan tersebut. Namun Ia mewanti-wanti agar pihak kontraktor tetap menjalankan prosedur peledakan secara ketat, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi lingkungan di sekitarnya. 

"Saya harap SOP yang seperti ini bukan hanya ketika saya atau forkopimda hadir. Selain itu tadi juga kami sampaikan ke kontraktor agar warga diberi penutup telinga, agar tidak kaget saat ada peledakan lagi," jelasnya. 

Selain itu pihaknya juga meminta pihak pelaksana pekerjaan untuk melakukan evakuasi bagi masyarakat yang berada di radius paling dekat dengan titik ledakan. Sehingga aman dari potensi bahaya yang ditimbulkan. 

Arifin mengaku pada peledakan kali ini pihaknya sempat bertemu dan komunikasi langsung dengan masyarakat Sumurup. Dalam pertemuan itu, Ia mengklaim warga telah memberikan restu terhadap proyek bendungan tersebut. 

"Saling mengayomi lah, warga mengayomi lingkungan proyek, kemudian kami juga memfasilitasi. Hal-hal yang teknis seperti lahan permkmjy kembali dan sebaginya telah dibicarakan dan semua sedang proses. 

Sementara itu Pimpinan Proyek PT PP Jatiwangi KSO Bendungan Bagong, Lilik Malikhi Anta, mengaku bersyukur karena pekerjaan bisa berjalan dengan lancar dan aman. 

"Ini sekaligus untuk membuktikan bahwa peledakan betul-betul aman. Berjalan dengan metode yang sudah kami persiapkan dengan maksimal, kami memasang pagar (pelindung), memasang selimut blasting," kata Lilik," 

Dijelaskan pada peledakan ini terdapat 16 titik bahan peledak yang telah ditanam. Seluruhnya dedakkan dalam sekali ledakan.

Lilik mengaku peledakan kawasan Bendungan Bagong tersebut merupakan tahap penting dalam proyek pembangunan. Sebab lokasi yang diledakkan akan dibangun terowongan sepanjang 400 meter sebagai inlet pembuangan sementara aliran sungai. 

"Tergetnya selama dua bulan selesai. Sehingga nanti akan kami jadwal apakah perdua hari atau tiga hari, menyesuaikan dengan skenario dari kami," jelasnya.

Sebelumnya proses peledakan di kawasan proyek nasional Bendungan Bagong sempat ditunda akibat adanya penolakan dari masyarakat sekitar pada 21 Agustus lalu. Saat itu puluhan warga menduduki lokasi dekat titik peledakan, mulai pagi hingga sore. 

Aksi warga itu dilakukan lantaran masih trauma terhadap insiden peledakan yang berdampak pada sejumlah rumah warga. Selain itu warga juga menyuarakan sejumlah tuntutan lain, termasuk relokasi hingga ganti rugi lahan yang memadai. 

Sambut HUT Ke-68, PT PP Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 di Trenggalek

Trenggalek - PT PP (Persero) menyalurkan ratusan peralatan medis guna membantu percepatan pencegahan dan penanganan wabah COVID-19 di Trenggalek, Jawa Timur. 

Project Manager PT PP pada proyek Bendungan Bagong, Trenggalek Lilik Malikhi Anta, mengatakan bantuan yang digelontorkan meliputi oksigen kaleng, oxymeter, masker serta thermometer. 

"Mungkin kalau dari segi jumlah tidak terlalu banyak ya, ada 300 boks masker, 96 oksigen kaleng, 46 oxymeter dan 100 unit thermometer. Semoga ini bisa membantu," kata Lilik Malikhi A, Sabtu (21/8/2021). 

Sejumlah alat dan perlengkapan medis itu disalurkan di empat titik, yakni Puskesmas Bendungan, Puskesmas Rejowinangun, Pemdes Sengon dan Pemdes Sumurup. 

"Bantuan itu merupakan bagian penting dari penanganan COVID-19, apalagi oksigen saat ini ketersediaan oksigen sangat terbatas," jelasnya. 

Program bantuan dari PT PP tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan di sekitar lokasi kerja. Selain itu juga sekaligus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 PT PP (Persero). 

"Kita semua harus bahu membahu dalam penanganan COVID-19, tidak hanya pemerintah, tapi seluruh komponen masyarakat hingga korporasi saya rasa punya tangung jawab yang sama," jelas Lilik. 

Sementara itu Kepala Puskesmas Bendungan, Trenggalek dr Ainur Rofiq mengatakan bantuan peralatan dan perlengkapan medis tersebut sangat bermanfaat untuk program pencegahan dan penanganan COVID-19 di daerahnya. 

"Bagi kami bantuan peralatan ini sangat besar manfaatnya, kami akan gunakan dan salurkan untuk membantu pencegahan dan penanganan COVID-19 di Kecamatan Bendungan," kata dr Ainur Rofiq. 

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sengon, Dwi Yulianto. Menurutnya pemerintah desa akan memanfaatkan semaksimal mungkin peralatan dan perlengkapan medis tersebut untuk masyarakat. "Tentu ini akan meringankan beban masyarakat. Semoga Desa Sengon terbebas dari COVID-19," kata Dwi. 

Satlantas Polres Trenggalek Gotong-royong Bantu Warga Terdampak Pandemi

Trenggalek - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek menggelontorkan 200 paket sembako untuk masyarakat miskin yang terdampak oleh pandemi COVID-19. 

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih, mengatakan 200 paket sembako itu diberikan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Trengalek, di antaranya Desa Dawuhan, Sukosari dan Kelurahan Ngantru. 

"Di tengah upaya kita bersama dalam pengendalian penyebaran COVID-19 melalui PPKM, ada masyarakat yang terdampak perekonomiannya. Saatnya kita saling meringankan beban masyarakat," kata Imam Mustolih, Senin (12/7/2021). 

Untuk menyalurkan bantuan itu, pihaknya menggandeng Polantas Bina Desa (Polbindes) serta Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendataan bagi masyarakat miskin yang ada di wilayah tugas masing-masing. 

Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan bahan pokok yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari. Meskipun belum jumlahnya terbatas, namun cara itu diharapkan menjadi pendorong bagi masyarakat lain untuk saling membantu. 

"Ini magnet penggerak bagi berbagai elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap kehidupan masyarakat khususnya di lingkungan masing-masing sesuai kapasitas dan kemampuannya," ujarnya. 

Genjot Vaksinasi, di Trenggalek Ada Program Vaksin Berhadiah Beras 5 Kilogram

Trenggalek - Berbagai cara dilakukan pemerintah dan lintas instansi untuk mempercepat capaian vaksinasi COVID-19. Di Trenggalek, aparatur kepolisian menyediakan layanan vaksin berhadiah beras 5 kilogram. 

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, mengatakan program vaksinasi tersebut dilakukan di gerai presisi Satpas SIM Satlantas Trenggalek. Kegiatan itu pihaknya memberikan layanan kepada masyarakat umum maupun keluarga internal kepolisian untuk mendapatkan suntikan vaksin. 

"Harapannya adalah biaa mempercepat target herd immunity,  membebaskan Trenggalek dari pandemi COVID-19," kata Dwiasi, Selasa (29/6/2021). 

Pada hari pertama vaksinasi, ratusan peserta vaksin dari para pemohon SIM, masyarakat umum dan anggota Bhayangkari Polres Trenggalek mengantre untuk mendapat vaksin. Syaratnya cukup mudah, calon penerima vaksin cukup membawa KTP dan berusia di atas 18 tahun. 

Nantinya, masing-masing calon penerima vaksin akan dilakukan seleksi oleh tim vaksinator, jika lolos akan langsung mendapatkan suntikan vaksin. "Sebetulnya di lingkup Trenggalek ada 22 layanan vaksin, tapi pusatnya ada di Satpas SIM," jelansya. 

Pihaknya menargetkan, program vaksinasi nasional di lingkup Kepolisian Trenggalek akan mampu melayani 2.200 warga dari berbagai jenjang usia. Sedangkan untuk mengapresiasi masyarakat yang telah mengikuti program vaksinasi, Polres Trenggalek memberikan hadian berupa beras 5 kilogram. 

"Beras ini sebagai apresiasi kepada masyarakat yang sudah mau vaksin dengan sukarela," imbuhnya. 

Sementara itu salah seorang peserta vaksin Arum Sekar Melati, mengaku cukup terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, sebab prosesnya cepat dan cukup membawa KTP. "Ya lebih memudahkan, tinggal datang ke polres. Ini tadi dapat beras 5 kg," ujar Arum. 




Keren, Ruang Tunggu SKCK Polres Trenggalek Dibikin ala Cafe

Keren, Ruang Tunggu SKCK Polres Trenggalek Dibikin ala Cafe

Adhar Muttaqin

Trenggalek - Polres Trenggalek meluncurkan cafe Sanika Satyawada untuk para pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Sehingga pemohon bisa mengunggu proses pengurusan surat dengan nyaman. 

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, mengatakan cafe ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik, mulai dari tempat duduk yang nyaman, kopi gratis hingga tersedia aneka produk UMKM asli Trenggalek. 

"Cafe Sanika Satyawada ini adalah bentuk pelayanan publik yang kami berikan, khususnya bagi pemohon SKCK," kata Doni, Rabu (10/6/2021). 

Menurutnya dengan fasilitas baru tersebut, para pemohon SKCK diharapkan akan lenih nyaman berada di ruang tunggu, dibanding dengan ruang tunggu sebelumnya. Sambil menunggu proses pembuatan SKCK, pemohon dapat menikmati kopi gratis yang disediakan. 

"Ada kopi atau teh gratis, kemudian di situ kami juga ada display aneka produk UMKM Trenggalek, ada makanan minuman maupun kerajinan tangan," jelasnya. 

Dengan adanya galeri UMKM itu, Cafe Sanika Satyawada bukan hanya berfungsi sebagai ruang tunggu namun juga sebagai sarana pengenalan produk UMKM dari para pengusaha di Trenggalek. 

"Selain di sini kami juga ikut mengisi stand di Cafe Pelayanan Publik (CPP) yang disediakan Pemkab Trenggalek bersama instansi lain. Kalau di CPP ada layanan dari satlantas juga," ujar Doni. 

Permudah Masyarakat, Pemkab Trenggalek Buka Cafe Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Pemkab Trenggalek Buka Cafe Pelayanan Publik

Adhar Muttaqin

Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek meluncurkan Cafe Pelayanan Pelayanan Publik (CPP), sebagai sentra layanan publik terintegrasi dari lintas instansi pemerintahan. 

Cafe yang berada di berada di satu lokasi dengan Galeri Gemilang ini melayani sejumlah akses layanan publik, di antaranya layanana perizinan usaha, SKCK, pembayaran pajak, hingga layanan BPJS Kesehatan. 

"Cafe ini mengintegrasikan semua layanan masyarakat," kata Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Selasa (9/6/2021). 

Menurutnya layanan yang diberikan tidak hanya fokus pada instansi yang berada di bawah kendali Pemkab Trenggalek, namun juga melihatkan layanan lain yang dikelola instansi milik provinsi maupun lembaga vertikal yang lain. 

"Jadi di sini ada layanan dari UPT dari Pemprov Jatim, kejaksaan, kepolisian dan juga dari pengadilan," jelasnya. 

Dijelaskan, layanan integrasi tersebut tidak hanya dijalankan secara luring, namun juga bisa diakses melalui internet pada laman cpp.trenggalek.go.id. Sehingga masyarakat tidak harus datang langsung ke sentra layanan. 

"Cafe pelayanan publik ini hanya untuk membantu, jika ada yang kesulitan dalam mengakses pelayanan. Sebenarnya semua pelayanan sudah bisa dilakukan secara online," jelas Arifin. 

Bahkan lanjutnya, masyarakat yang ingin mengakses layanan tertentu bisa memindai kode batang (barcode) untuk antrean. Sehingga saat datang di CPP, bisa mengetahui estimasi waktu layanan yang diakses.  

Peluncuran Cafe Pelayanan Publik ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pemdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa, mengatakan langkah yang diambil Pemkab Trenggalek tersebut merupakan bagian dari reformasi birokrasi.

"Saya berterima kasih kepada Kabupten Trenggalek yang berupaya memperbaiki pelayanan publik dengan melaunching Cafe Pelayanan Publik," kata Diah. 

Pertama di Indonesia, Pengawasan Ujian Praktik SIM Dilakukan Secara Digital

Trenggalek - Satlantas Polres Trenggalek mulai menerapkan pengawasan ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) secara digital. Pemohon SIM juga dapat melihat siaran ulang hasil ujian. 

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring,  mengatakan jika dalam ujian praktik sebelumnya, harus ada petugas yang nengawasi langsung di jalur ujian praktik, kali ini pengawasan dilakukan secara digital. 

"Pada jalur ujian itu, sekarang kami lengkapi dengan sensor, sehingga ketika pemohon SIM ada yang menyentuh traffic cone maka sensor akan berbunyi dan otomatis terekam dalam sistem," kata Doni, Senin (31/5/2021). 

Menurutnya dalam ujian praktik itu, setiap terjadi satu kesalahan, maka nilainya akan dikurangi 15 poin. Sedangkan dalam sekali praktik maksimal terjadi dua kali kesalahan. "Maksimal itu dua kali kesalahan atau minimal nilai 70, kalau kurang dari 70 maka tidak lulus," jelasnya. 

Lanjut Doni, selain menggunakan sensor, pengawasan ujian juga dilakukan secara visual melalui kamera pengawas. Pergerakan pemohon SIM mulai awal sampai akhir ujian praktik terekam CCTV dan disiarkan langsung di ruang visualisasi uji praktik SIM. 

Rekaman ujian praktik juga bisa diakses oleh pemohon SIM di ruang visualisasi, dengan memasukkan nomor antrean. 

"Kalau penerapan sensor di jalur ujian praktik sudah ada di beberapa polres di Jatim, tapi kalau visualisasi, ini yang pertama di Indonesia. Jadi kalau ada pemohon yang komplain kenapa tidak lulus, maka video itu bisa diakses," jelas Doni. 

Kapolres menambahkan penerapan teknologi digital dalam pelaksanaan ujian SIM sebagai salah satu terobosan Polres Trenggalek untuk memberikan pelayanan prima dan transparan kepada masyarakat. 

"Selain itu, dengan teknologi digital akan mengurangi kontak langsung antara petugas dan pemohon SIM. Ini sejalan dengan penerapan protokol kesehatan di masa Pandemi COVID-19," jelasnya. 

Sementara itu Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih, mengatakan selain terkait pengawasan ujian praktik pemohon SIM secara digital, satlantas juga mulai menerapkan integrated node capture attitude record (INCAR ) atau mobil yang mempunyai kemampuan merekam pelanggaran pengguna jalan. 

Mobil tersebut akan berpatroli untuk melakukan pengawasan dan penindakan para pengguna jalan. Jika ada pelanggaran yang terekam kamera, maka akan didentifikasi melalui nomor kendaraan. 

"Nantinya, pemilik kendaraan akan dikirimi surat tilang, jika dalam lima hari tidak ada pembayaran denda, maka registrasi kendaraan akan kami blokir sementara," Imbuhnya. 


Kontingen Trenggalek Raih Juara Umum 2 Pekan Paralimpik Jatim

Trenggalek - Kontingen atlet paralimpik Trenggalek berhasil meraih juara umum ke-2 dalam kejuaraan Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Timur I. Prestasi ini berbanding terbalik dengan anggaran pembinaan yang sangat minim dari pemerintah daerah. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Totok Rudianto, mengatakan dalam pekan olahraga para difabel itu, kontingen Trenggalek I memperoleh 8 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Sedangkan kontingen Trenggalek II mendapat 2 medali perunggu. 

"Alhamdulillah dalam pekan paralimpik tahun ini Trenggalek dapat juara umum ke-2. Dengan total perolehan medali 8 emas, 2 perak dan 4 perunggu," kata Totok Rudianto, Selasa (25/5/2021). 

Menurutnya, 14 medali itu didapatkan dari cabang olahraga atletik. Sedangkan dua cabang olahraga lain, catur dan bulutangkis gagal memperoleh medali. 

"Kejuaraan ini sekaligus untuk seleksi menuju Pekan Paralimpik Nasional XVI 2021. Jadi atlet yang berprestasi ini kemungkinan akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk menuju kejuaraan berskala nasional," ujarnya. 

Sementara itu Kabid Olahraga Disdikpora Trenggalek Sulani mengatakan, dalam kejuaraan Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Timur I tersebut, Kabupaten Trenggalek mengirimkan 11 atlet dari tiga cabang olahraga, yakni Atletik, bulutangkis dan catur. 

"Perolehan medali ini melebihi target kami. Sebelumnya itu hanya menargetkan dua atau tiga medali emas, namun hasilnya luar biasa justru dapat delapan emas," jelasnya. 

Sulani menjelaskan upaya yang dilakukan para atlet difabel ini dinilai cukup maksimal, padahal anggaran pembinaan yang disediakan pemerintah daerah tergolong minim dan terkena refocusing anggaran untuk COVID-19. 

"Anggaran tahunan untuk pembinaan cukup kecil, awalnya itu dianggarkan Rp 100 juta kepada National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Trenggalek, tapi kemudian terkena refocusing jadi Rp 50 juta," imbuh Sulani. 

Pihaknya berharap tahun depan pihaknya dapat meningkatkan anggaran pembinaan bagi para atlet NPCI Trenggalek, sehingga dapat meningkatkan prestasi. 

Sementara terkait penghargaan bagi para atlet yang memperoleh medali, Dinas Dikpora Trenggalek rencana baru akan mengajukan anggaran para APBD perubahan 2021. "Karena anggaran yang ada cukup minim dan tidak ada alokasi untuk reward, maka akan kami ajukan melaui PAK (perubahan anggaran keuangan)," jelas Sulani.

foto istimewa



Kolaborasi Tangani Warga Lansia, Antisipasi Risiko Tinggi Corona

Trenggalek - Tingginya risiko lansia terhadap bahaya COVID-19, menjadi perhatian bersama di Trenggalek, melalui program kolaborasi antara kepolisian dengan pemerintah daerah melalui pemeriksaan kesehatan keliling ke berbagai desa.  

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, mengatakan program Harmonis Mantap atau Harapan Masyarakat Optimis untuk Hidup Sehat dilakukan dengan berkeliling diberbagai pelosok desa di Trenggalek dan menyasar para lansia yang berusia di atas 60 tahun. 

"Skemanya adalah memeriksa lansia di atas 60 tahun, sehingga mereka tahu penyakit yang sedang dialami," kata Doni, Selasa (4/5/2021). 

Dengan tahu penyakit yang diderita, maka para lansia bisa mengambil langkah penanganan sesuai dengan arahan dari dokter maupun para medis. "Dalam program ini, para lansia kami kumpulkan dan diperiksa satu persatu, sehingga mereka tidak perlu ke layanan kesehatan," jelasnya. 

Lanjut dia, program ini merupakan salah satu bentuk mitigasi yang dilakukan kepolisian dan pemerintah daerah, guna mengetahui tingkat risiko para lansia di daerahnya. 

Sehingga dinas kesehatan selaku pemangku kewenangan bisa segera malakukan intervensi kepada lansia berisiko tinggi tersebut dengan program-program yang telah ada. 

"Pemeriksaan Harmonis Mantap ini, mulai dari tekanan darah, berat badan, cek kadar gula, serta berbagai keluhan masyarakat lainnya," ujarnya. 

Dalam setiap kali pemeriksaan, pihaknya juga menyediakan berbagai obat-obatan untuk para lansia itu. 

"Kami akan berupa untuk melakukan program ini secara berkesinambungan, dua minggu sekali keliling ke desa-desa," imbuh Doni. 

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan program yang digagas kepolisian tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menyehatkan masyarakat. Terutama terkait meminimalisir risiko akibat COVID-19. 

"Ini adalah untuk mendeteksi dini terkait potensi kesehatan. Harapannya dengan dicek kesehatan secara gratis, mengetahui penyakit yang diderita, kemudian ditangani oleh dokter untuk mengubah pola-pola hidupnya, menu makanan, kegiatannya dan sebagainya," kata Arifin. 

Sehingga diharapkan tidak muncul penyakit yang lebih parah dengan fatalitas tinggi. Terlebih dari hasil pendataan di Trenggalek, penyakit bawaan yang paling banyak menyebabkan Kematian setelah terpapar COVID-19 adalah diabetes dan hipertensi. 

"Sebetulnya kalau diabetes dan hipertensi bukan diakibatkan oleh bakteri atau virus, tapi adalah gaya hidup. Sehingga program ini layak untuk didukung, bahkan nanti akan disinergikan dengan program yang sehat yang beruntung," imbuhnya. (Dimas)