Recent Posts

Gegara Ular, Padamkan Listrik Beberapa Kecamatan di Trenggalek

Trenggalek - Seekor ular menyebabkan terjadinya ledakan pada jaringan listrik PLN di Trenggalek. Akibatnya sejumlah kecamatan mengalami pemadaman listrik.

Manajer PLN Trenggalek Zanuar mengatakan, peristiwa ledakan tersebut terjadi pukul 20.15 WIB pada kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Penyulang Gandusari yang berada di depan Gardu Induk PLN Jalan Brigjen Soetran Trenggalek. 

"Untuk penyebab ledakan di dekat gardu induk, berasal dari seekor ular yang menempel pada kabel SUTM sehingga terjadi korsleting," kata Zanuar, Rabu (8/1/2020). 

Menurutnya ular berukuran sedang itu merambat hingga ke atas jaringan kabel dan berpindah dari kabel satu ke kabel yang lain, saat menyentuh dua kabel secara bersamaan itulah terjadi korsleting yang menimbulkan suara ledakan. 

Saat itu juga jaringan Penyulang Gandusari yang menyuplai listrik ke beberapa kecamatan di Gandusari dan sekitarnya langsung padam. 

"Saat ini petugas sedang melakukan upaya normalisasi, sebentar lagi sudah menyala," ujarnya. 



Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional Trenggalek, Jaringan Listrik Terganggu

Trenggalek - Peristiwa pohon tumbang di ruas jalan nasional di Trenggalek kembali terjadi, akses utama Trenggalek-Pacitan sempat tersendat. 

Kapolsek Suruh, AKP I Wayan Sumantra, mengatakan peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi di Desa/Kecamatan Suruh. Pohon sono yang berada di pekarangan warga tiba-tiba roboh dan menutup seluruh badan jalan serta menimpa jaringan kabel PLN.

"Kejadiannya tadi malam, saat kejadian itu kondisi cuaca sedang cerah atau tidak hujan. Pohon itu tiba-tiba roboh karena memang kondisi di bawah itu ternyata sudah lapuk," kata Wayan, Rabu (8/1/2020). 

Menurutnya pascatumbanhnya pohon tersebut tim gabungan BPBD, TNI, Polri dan masyarakat melakukan upaya pembersihan dengan memotong batang pohon dan menyingkirkan dari badan jalan. 

"Akses jalan sempat tertutup sekitar tiga jam, namun pukul 23.20 sudah berhasil dilalui dan kembali normal," ujarnya. 

Wayan memastikan peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Sementara itu, Manajer PLN Trenggalek, Zanuar, mengatakan dampak pohon tumbang di ruas jalan nasional tersebut sempat menganggu pasokan listrik terhadap ribuan pelanggan di Kecamatan Suruh dan Dongko. 

"Tim kami langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan normalisasi, sekitar jam setengah dua belas malam pasokan listrik sudah normal kembali," kata Zanuar. 

Pihaknya mengakui, potensi gangguan listrik akibat pohon tumbang cukup tinggi, terutama di kawasan pegunungan. Untuk meminimalisir kejadian serupa, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait mengimbau masyarakat yang pohonnya berada di dekat jaringan kabel listrik PLN untuk melakukan pemotongan lebih awal. 

"Saya di sini masih baru, tapi sudah sempat keliling di beberapa titik memang potensi pohon tumbang ini relatif tinggi. Selain mengimbau masyarakat kami juga melakukan kegiatan rutin pemeliharaan jaringan termasuk pengeprasan pohon yang di dekat kabel PLN," imbuhnya. 

Sebelumnya pohon tumbang di ruas jalan nasional juga sempat terjadi di Kecamatan Tugu dan menimpa seorang pengendara sepeda motor yang melintas. 

Jelang Pilkada, Bupati Trenggalek Mutasi Puluhan Pejabat


Trenggalek - Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melakukan mutasi puluhan pejabat. Perombakan ini merupakan kali terakhir sebelum masa cuti kampanye. 

Dalam mutasi kali ini terdapat 77 pejabat yang digeser, dengan rincian 3 pejabat tinggi pratama, 34 pejabat administrator dan 40 pejabat pengawas. Bupati berdalih pergeseran ini untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong sekaligus untuk penyegaran optimalisasi roda pemerintahan.  

"Ini mutasi terakhir (sebelum pilkada) kecuali mendapatkan izin tertulis dari Mendagri," kata Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Selasa (7/1/2020) sore. 

Dalam mutasi ini terdapat tiga pejabat tinggi pratama yang dilantik, yakni Kepala Dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satpol PP Damkar dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag).  

Arifin mengaku, khusus untuk pejabat tinggi pratama pihaknya telah membuat kontrak kerja khusus. Ia meminta pada tahun ini seluruh pekerjaan fisik pembangunan tuntas dilaksanakan sebelum bulan Desember.

"Salah satu satu kontrak kerja, Desember tidak boleh lagi ada pekerjaan fisik, silakan nanti publik menilai," ujarnya . 

Menurutnya apabila pejabat tersebut tidak mampu menjalankan sesuai komitmen dan waktu yang ditentukan, pihaknya akan memberikan perpanjangan enam bulan. Namun jika tetap tidak mampu, pihaknya mengancam akan melakukan pencopotan hingga diturunkan tingkat eselonnya. 

"Prioritas kinerjanya harus dijalankan tahun ini adalah lelang harus dijalankan sedini mungkin, minimalisir penyelewengan, 
memaksimalkan pengawasan 
Desember evaluasi dan menyiapkan dokumen lelang untuk tahun berikutnya," jelasnya. 

Arifin mengaku, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga merupakan salah satu institusi yang paling banyak dilakukan perombakan. Ia berharap dengan energi baru tersebut, kinerja pelayanan terhadap dunia pendidikan di Trenggalek menjadi lebih baik.

Namun di sisi lain, orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini kesulitan mendapatkan sosok pejabat yang dinilai kayak dan sesuai untuk menduduki jabatan kepala dinas pendidikan. Bahkan tiga pejabat yang memperoleh ranking terbaik dalam lelang jabatan tidak ada yang dipilih.

"Untuk kepala dinas pendidikan akan kami tunjuk plt. Yang ikut lelang saya melihat masih dibutuhkan di tempat yang lama. Kualifikasinya juga belum ketemu dengan yang kami inginkan," ujar Arifin. 

Ribuan Pelajar Trenggalek Serbu Pameran Pendidikan

Trenggalek - Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Trenggalek menyerbu Education Fair atau pameran pendidikan yang diikuti oleh puluhan perguruan tinggi. 

Para siswa yang didominasi oleh pelajar kelas 12 SMK/SMK menjubeli area pameran. Mereka mendapatkan penjelasan langsung sari berbagai perwakilan perguruan tinggi yang ada. Selain perguruan tinggi beberapa lembaga pelatihan vokasi juga ikut serta dalam pameran tersebut.

Ketua Panitia, Ardanu, mengatakan pamerah pendidikan yang diselenggarakan di Hall Majapahit Trenggalek tersebut diikuti oleh 72 perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di pulau Jawa. 

"Ini adalah penyelenggaraan tahun yang ke-10. Di sini banyak sekali perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu," kata Ardanu, Selasa (7/1/2020). 

Menurutnya dalam pemeran pendidikan ini ribuan pelajar SMA maupun SMK di Trenggalek akan mendapat berbagai wawasan dan gambaran terkait perguruan tinggi yang ada di pulau Jawa. Sehingga para pelajar bisa merencanakan jurusan yang akan diambil sesuai dengan bakat dan kemampuan. 

"Jadi para siswa mendapat gambaran, untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang diidamkan. Para siswa cukup lihat pameran ini tanpa harus keliling langsung ke kampusnya," ujarnya. 

Sementara itu salah seorang, pelajar, Salma Dia Laksmi Valentina mengaku cukup terbantu dengan adanya pameran pendidikan tersebut, sebab ia mendapat banyak wawasan tentang perguruan tinggi. Pengetahuan itu rencananya akan digunakan sebagai referensi sebelum menentukan program studi yang akan dipilih. 

"Jadi kami bisa lebih tahu tentang perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah atau yang lainnya. Kita juga akan terbantu mau masuk ke prodi yang mana," kata Salma. 

Dikonfirmasi terpisah salah seorang pimpinan lembaga pendidikan Pranata Training Centre (PTC), Anggun Permatasari yang menjadi peserta pameran mengapresiasi antusiasme pelajar Trenggalek dalam pameran tersebut.

"Antusiasme pelajar cukup bagus ya, sehingga kami yang dari Sidoarjo cukup senang. Kebetulan dalam pameran kami menawarkan program pelatihan tentang kedirgantaraan," Kata Anggun. 

Lapuk, Rumah Janda Trengalek Roboh

Trenggalek - Bangunan dapur rumah milik seorang janda di Kecamatan Tugu, Trenggalek roboh. Beruntung ambruknya bangunan tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan luka. 

Kasubbag Komunikasi Pimpinan Setsa Trenggalek, Dwi Yuni Hartati, mengatakan bangunan yang ambruk tersebut milik Rusmini (63) waega Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Rusaknya dapur tersebut bukan akibat hujan deras maupun angin kencang, namun diakibatkan oleh kondisi konstruksi kayu yang telah lapuk. 

"Kejadian itu dini hari tadi. Konstruksinya memang sudah rapuh, jadi pada saat kejadian tidak ada hujan maupun angin. Pemerintah langsung merespons kejadian itu dan hari ini tadi sudah dilakukan kerja bakti bersama warga," kata Yuni, Senin (6/1/2020). 

Saat kejadian robohnya bangunan, pemilik rumah dan anggota keluarganya sedang tidak berada di lokasi kejadian, sehingga kejadian itu tisak sampai menimbulkan korban luka maupun jiwa. 

Sementara itu, relawan Baznas Tanggap Bencana BTB) Trenggalek, Denny mengatakan puluhan warga dan sejumlah instansi terkait bergotong-royong untuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang roboh. 

"Untuk membantu mbah Rusmini agar bisa membangun dapurnya, kami dari Baznas dan Dinas Sosial Trenggalek memberikan bantuan biaya perbaikan Rp 5 juta," kata Denny. 

foto istimewa