Recent Posts

Satlantas Polres Trenggalek Gotong-royong Bantu Warga Terdampak Pandemi

Trenggalek - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek menggelontorkan 200 paket sembako untuk masyarakat miskin yang terdampak oleh pandemi COVID-19. 

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih, mengatakan 200 paket sembako itu diberikan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Trengalek, di antaranya Desa Dawuhan, Sukosari dan Kelurahan Ngantru. 

"Di tengah upaya kita bersama dalam pengendalian penyebaran COVID-19 melalui PPKM, ada masyarakat yang terdampak perekonomiannya. Saatnya kita saling meringankan beban masyarakat," kata Imam Mustolih, Senin (12/7/2021). 

Untuk menyalurkan bantuan itu, pihaknya menggandeng Polantas Bina Desa (Polbindes) serta Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendataan bagi masyarakat miskin yang ada di wilayah tugas masing-masing. 

Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan bahan pokok yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari. Meskipun belum jumlahnya terbatas, namun cara itu diharapkan menjadi pendorong bagi masyarakat lain untuk saling membantu. 

"Ini magnet penggerak bagi berbagai elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap kehidupan masyarakat khususnya di lingkungan masing-masing sesuai kapasitas dan kemampuannya," ujarnya. 

Genjot Vaksinasi, di Trenggalek Ada Program Vaksin Berhadiah Beras 5 Kilogram

Trenggalek - Berbagai cara dilakukan pemerintah dan lintas instansi untuk mempercepat capaian vaksinasi COVID-19. Di Trenggalek, aparatur kepolisian menyediakan layanan vaksin berhadiah beras 5 kilogram. 

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, mengatakan program vaksinasi tersebut dilakukan di gerai presisi Satpas SIM Satlantas Trenggalek. Kegiatan itu pihaknya memberikan layanan kepada masyarakat umum maupun keluarga internal kepolisian untuk mendapatkan suntikan vaksin. 

"Harapannya adalah biaa mempercepat target herd immunity,  membebaskan Trenggalek dari pandemi COVID-19," kata Dwiasi, Selasa (29/6/2021). 

Pada hari pertama vaksinasi, ratusan peserta vaksin dari para pemohon SIM, masyarakat umum dan anggota Bhayangkari Polres Trenggalek mengantre untuk mendapat vaksin. Syaratnya cukup mudah, calon penerima vaksin cukup membawa KTP dan berusia di atas 18 tahun. 

Nantinya, masing-masing calon penerima vaksin akan dilakukan seleksi oleh tim vaksinator, jika lolos akan langsung mendapatkan suntikan vaksin. "Sebetulnya di lingkup Trenggalek ada 22 layanan vaksin, tapi pusatnya ada di Satpas SIM," jelansya. 

Pihaknya menargetkan, program vaksinasi nasional di lingkup Kepolisian Trenggalek akan mampu melayani 2.200 warga dari berbagai jenjang usia. Sedangkan untuk mengapresiasi masyarakat yang telah mengikuti program vaksinasi, Polres Trenggalek memberikan hadian berupa beras 5 kilogram. 

"Beras ini sebagai apresiasi kepada masyarakat yang sudah mau vaksin dengan sukarela," imbuhnya. 

Sementara itu salah seorang peserta vaksin Arum Sekar Melati, mengaku cukup terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, sebab prosesnya cepat dan cukup membawa KTP. "Ya lebih memudahkan, tinggal datang ke polres. Ini tadi dapat beras 5 kg," ujar Arum. 




Keren, Ruang Tunggu SKCK Polres Trenggalek Dibikin ala Cafe

Keren, Ruang Tunggu SKCK Polres Trenggalek Dibikin ala Cafe

Adhar Muttaqin

Trenggalek - Polres Trenggalek meluncurkan cafe Sanika Satyawada untuk para pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Sehingga pemohon bisa mengunggu proses pengurusan surat dengan nyaman. 

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, mengatakan cafe ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik, mulai dari tempat duduk yang nyaman, kopi gratis hingga tersedia aneka produk UMKM asli Trenggalek. 

"Cafe Sanika Satyawada ini adalah bentuk pelayanan publik yang kami berikan, khususnya bagi pemohon SKCK," kata Doni, Rabu (10/6/2021). 

Menurutnya dengan fasilitas baru tersebut, para pemohon SKCK diharapkan akan lenih nyaman berada di ruang tunggu, dibanding dengan ruang tunggu sebelumnya. Sambil menunggu proses pembuatan SKCK, pemohon dapat menikmati kopi gratis yang disediakan. 

"Ada kopi atau teh gratis, kemudian di situ kami juga ada display aneka produk UMKM Trenggalek, ada makanan minuman maupun kerajinan tangan," jelasnya. 

Dengan adanya galeri UMKM itu, Cafe Sanika Satyawada bukan hanya berfungsi sebagai ruang tunggu namun juga sebagai sarana pengenalan produk UMKM dari para pengusaha di Trenggalek. 

"Selain di sini kami juga ikut mengisi stand di Cafe Pelayanan Publik (CPP) yang disediakan Pemkab Trenggalek bersama instansi lain. Kalau di CPP ada layanan dari satlantas juga," ujar Doni. 

Permudah Masyarakat, Pemkab Trenggalek Buka Cafe Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Pemkab Trenggalek Buka Cafe Pelayanan Publik

Adhar Muttaqin

Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek meluncurkan Cafe Pelayanan Pelayanan Publik (CPP), sebagai sentra layanan publik terintegrasi dari lintas instansi pemerintahan. 

Cafe yang berada di berada di satu lokasi dengan Galeri Gemilang ini melayani sejumlah akses layanan publik, di antaranya layanana perizinan usaha, SKCK, pembayaran pajak, hingga layanan BPJS Kesehatan. 

"Cafe ini mengintegrasikan semua layanan masyarakat," kata Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Selasa (9/6/2021). 

Menurutnya layanan yang diberikan tidak hanya fokus pada instansi yang berada di bawah kendali Pemkab Trenggalek, namun juga melihatkan layanan lain yang dikelola instansi milik provinsi maupun lembaga vertikal yang lain. 

"Jadi di sini ada layanan dari UPT dari Pemprov Jatim, kejaksaan, kepolisian dan juga dari pengadilan," jelasnya. 

Dijelaskan, layanan integrasi tersebut tidak hanya dijalankan secara luring, namun juga bisa diakses melalui internet pada laman cpp.trenggalek.go.id. Sehingga masyarakat tidak harus datang langsung ke sentra layanan. 

"Cafe pelayanan publik ini hanya untuk membantu, jika ada yang kesulitan dalam mengakses pelayanan. Sebenarnya semua pelayanan sudah bisa dilakukan secara online," jelas Arifin. 

Bahkan lanjutnya, masyarakat yang ingin mengakses layanan tertentu bisa memindai kode batang (barcode) untuk antrean. Sehingga saat datang di CPP, bisa mengetahui estimasi waktu layanan yang diakses.  

Peluncuran Cafe Pelayanan Publik ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pemdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa, mengatakan langkah yang diambil Pemkab Trenggalek tersebut merupakan bagian dari reformasi birokrasi.

"Saya berterima kasih kepada Kabupten Trenggalek yang berupaya memperbaiki pelayanan publik dengan melaunching Cafe Pelayanan Publik," kata Diah. 

Pertama di Indonesia, Pengawasan Ujian Praktik SIM Dilakukan Secara Digital

Trenggalek - Satlantas Polres Trenggalek mulai menerapkan pengawasan ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) secara digital. Pemohon SIM juga dapat melihat siaran ulang hasil ujian. 

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring,  mengatakan jika dalam ujian praktik sebelumnya, harus ada petugas yang nengawasi langsung di jalur ujian praktik, kali ini pengawasan dilakukan secara digital. 

"Pada jalur ujian itu, sekarang kami lengkapi dengan sensor, sehingga ketika pemohon SIM ada yang menyentuh traffic cone maka sensor akan berbunyi dan otomatis terekam dalam sistem," kata Doni, Senin (31/5/2021). 

Menurutnya dalam ujian praktik itu, setiap terjadi satu kesalahan, maka nilainya akan dikurangi 15 poin. Sedangkan dalam sekali praktik maksimal terjadi dua kali kesalahan. "Maksimal itu dua kali kesalahan atau minimal nilai 70, kalau kurang dari 70 maka tidak lulus," jelasnya. 

Lanjut Doni, selain menggunakan sensor, pengawasan ujian juga dilakukan secara visual melalui kamera pengawas. Pergerakan pemohon SIM mulai awal sampai akhir ujian praktik terekam CCTV dan disiarkan langsung di ruang visualisasi uji praktik SIM. 

Rekaman ujian praktik juga bisa diakses oleh pemohon SIM di ruang visualisasi, dengan memasukkan nomor antrean. 

"Kalau penerapan sensor di jalur ujian praktik sudah ada di beberapa polres di Jatim, tapi kalau visualisasi, ini yang pertama di Indonesia. Jadi kalau ada pemohon yang komplain kenapa tidak lulus, maka video itu bisa diakses," jelas Doni. 

Kapolres menambahkan penerapan teknologi digital dalam pelaksanaan ujian SIM sebagai salah satu terobosan Polres Trenggalek untuk memberikan pelayanan prima dan transparan kepada masyarakat. 

"Selain itu, dengan teknologi digital akan mengurangi kontak langsung antara petugas dan pemohon SIM. Ini sejalan dengan penerapan protokol kesehatan di masa Pandemi COVID-19," jelasnya. 

Sementara itu Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih, mengatakan selain terkait pengawasan ujian praktik pemohon SIM secara digital, satlantas juga mulai menerapkan integrated node capture attitude record (INCAR ) atau mobil yang mempunyai kemampuan merekam pelanggaran pengguna jalan. 

Mobil tersebut akan berpatroli untuk melakukan pengawasan dan penindakan para pengguna jalan. Jika ada pelanggaran yang terekam kamera, maka akan didentifikasi melalui nomor kendaraan. 

"Nantinya, pemilik kendaraan akan dikirimi surat tilang, jika dalam lima hari tidak ada pembayaran denda, maka registrasi kendaraan akan kami blokir sementara," Imbuhnya.