Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

Trenggalek - Tongkat komando Kepala Kepolisian Resort (Polres) Trenggalek resmi berganti dari AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra kepada pejabat baru AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. 

"Hari ini sudah dilakukan proses serah terima jabatan di Mapolda Jatim yang dipimpin langsung boleh Bapak Kapolda. Sertijab dilakukan bersama dengan para pejabat utama serta kapolres jajaran Polda Jatim," kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi, Senin (23/9/2019). 

Menurutnya, Kapolres Trenggalek yang baru dijabat oleh AKBP Jean Calvijn Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Kapolres Calvijn merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999. 

"Beliau lama di lingkungan reserse," ujarnya. 

AKBP Calvijn sebelumnya menangani kasus narkoba yang membelit artis sekaligus pelawak senior Nunung. Dalam kasus itu beberapa tersangka pemasok sabu-sabu Nunung ditangkap di sebuah rumah kost di Trenggalek. 

Supadi berharap pemimpin baru tersebut dapat menjalankan tugas dengan baik dan dapat memberikan pengayoman, pelayanan kepada masyarakat Trenggalek, serta meneruskan keberhasilan yang telah dicapai kapolres sebelumnya. 

Sementara itu Kapolres Sebelumnya AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra mendapatkan tugas baru menjadi Kapolres Sampang. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada AKBP Didit yang telah memimpin Polres Trenggalek dengan baik. 

"Semoga sukses di tempat yang baru dan teyap diberikan kesehatan, keselamatan serta mendapat perlindungan dari Allah SWT," imbuh Supadi. 


Foto : Dok Polres Trenggalek

Membingkai Keragaman Dalam Lukisan

Trenggalek - Ratusan perupa Jawa Timur mengikuti lomba lukis untuk menyemarakkan Hari Pahlawan di Polres Trenggalek. Berbagai tema lukis digoreskan dalam kanvas mulai kebhinekaan, anti hoaks hingga lalulintas.

Dalam lomba tersebut panitia memberikan kebebasan kepada para peserta dari berbagai aliran lukis untuk ikut berpartisipasi dan berkarya. Perserta harus menyelesaikan karyanya dalam waktu tujuh jam. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo, mengatakan kegiatan dalam rangkaian Hari Pahlawan tersebut diikuti oleh lebih dari 200 peserta mulai dari tingkat pelajar hingga para pelaku seni yang telah puluhan tahun berkecimpung berkecimpung dalam seni lukis. 

"Intinya kami ingin mengajak para pelaku seni ini ikut berpartisipasi dalam menyuarakan kedamaian di negeri ini dalam bingkai lukisan," kata Didit, Minggu (11/11/2018). 

Menurutnya, sejumlah tema dipilih dalam lomba lukis tersebut, diantaranya Bhineka Tunggal Ika, kerukunan beragama, anti hoaks hingga tertib berlalulintas. Tema-tema tersebut sengaja dipilih karena erat kaitannya dengan kehidupan di masyarakat. 

"Tema itulah yang harus kita kuatkan, sehingga kita bisa hidup dengan aman dan damai. Terlebih saat ini merupakan tahun-tahun politik, jangan sampai perbedaan pilihan politik menyebabkan kita bercerai-berai," ujar Didit. 

Sementara itu para seniman lukis tampak antusias menciptakan karyanya, goresan cat dipadu-padankan dengan ide dan kreasi dalam sebingkai kanvas. Karya-karya seniman Jawa Timur tersebut cukup menarik untuk dinikmati, berbagai pesan moral disampaikan dengan apik. 

Salah seorang peserta, Nuria Widiarti, mengaku tertarik dengan lomba lukis yang digelar instansi kepolisian tersebut, karena bisa ikut menyuarakan pesan moral melalui karyanya sendiri. 

"Saya tadi dapat bagian tema Bhineka Tunggal Ika, dalam lukisan saya tema tersebut saya gambarkan dengan keanekaragaman dalam negeri ini untuk misi besar menjaga keutuhan sang merah putih atau NKRI," ujarnya. 

Pihaknya mengapresiasi gelaran di Polres Trenggalek, karena secara khusus telah memberikan ruang kepada pelaku seni rupa untuk mengekspresikan karyanya. "Semoga ke depan digelar lagi, ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan para perupa lainnya," imbuh Nur. 



Pawai Obor 8.000 Remaja Sambut Hari Pahlawan


Trenggalek - Banyak cara dilakukan masayrakat untuk memberingati Hari Pahlawan, salah satuya seperti yang dilakukan ribuan santri dan pelajar dengan mengikuti pawai obor keliling kota. 

Program yang diselenggarakan oleh Polres Trenggalek tersebut dimulai dari Alun-alun Trenggalek, selanjutnya delapan ribu lebih santri dan pelajar tersebut berkeliling kota, mulai dari Jalan Panglima Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Brigjen Soetran, hingga berakhir di Markas Polres Trenggalek. 

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bamgang Wibowo, mengatakan kegiatan diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Trenggalek dan pelajar tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para generasi muda. 

"Obor ini kalau zaman dahulu dimanfaatkan untuk penerang jalan, kalau sekarang senter. Jadi zaman dahulu itu listrik masih sangat terbatas, sehingga mobilitas keluar rumah, misalkan mau ke masjid, belajar mengaji pasti pakainya obor, obor adalah kobaran semangat," kata Kapolres Didit, Jumat (9/11/2018). 

Pawai tersebut juga sekaligus sebagai wujud persatuan dan kerukunan para pemuda Trenggalek, meskipun berasal dari berbagai pesantren dan sekolah yang berbeda namun mereka tetap rukun dan semangat memperingati Hari Pahlawan. 

"Dalam momen Hari Pahlawan, saya perpesan kepada para remaja agar meneladani apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan untuk mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Pahlawan sudah berjuang susah payah agar merdeka, tentunya kita sebagai orang menikmati kemerdekaan juga harus berjuang untuk bangsa ini," ujarnya. 

Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah berjuang melawan fitnah dan kabar bohong yang saat ini marak di media sosial maupun media aplikasi pesan. Tingginya tensi hoaks dikhawatirkan akan memecah belah warga apabila tidak dilakukan perlawanan secara masif. 

"Apalagi ini adalah tahun politik, kami berpesan jangan sampai kita ini terbelah atau bermusuhan hanya karena berbeda pandangan politik," imbuh Didit. 

Sementara itu salah seorang peserta pawai obor, Mohammad Asrofi, mengaku gembira bisa mengikuti kegiatan yang dilakukan malam ini. Karena merupakan even yang jarang digear, apalagi dengan jumlah massa yang besar.

"Ini adalah pawai obor terbesar yang pernah ada di Trenggalek, jadi ya sangat senang bisa ikut," ujarnya. 

Pekerja Pembangunan Pasar Gandusari Tewas Tergencet Mesin Crane Paku Bumi

Trenggalek - Seorang pekerja pembangunan Pasar Gandusari kabupaten Trenggalek meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja. Korban tergencet alat berat yang digunakan untuk menancapkan tiang paku bumi.

Kapolsek Gandusari, AKP Rohadi, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan korban diidentifikasi bernama Yoky Saputro (21) Dusun lestari,Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kediri. Yang bersangkutan mengalami luka serius di bagian kepala. 

"Saat itu ada lima kru alat berat termasuk korban Yoky hendak menjalankan alat berat untuk pemasangan paku bumi. Pada pekerja hendak naik ke atas mesin, karena sebagai operator mesin berputar hingga korban terkena bodi alat berat itu tadi," Kata AKP Rohadi, Senin, 20/10/2018. 

Akibatnya hantaman mesin tersebut kepala korban mengami luka serius. Sejumlah rekan korban yang ada di lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan dan dievakuasi ke IGD Puskesmas Gandusaru untuk mendapatkan perawatan dokter.

"Namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia sesaat setelah mendapatkan penanganan medis," ujarnya. 

Rohadi mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak terkait perkara tersebut, karena saat ini masih dalam proses penyelidikan. Tim Inafis Polres Trenggalek juga telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kejadian termasuk para rekan kerja korban. Terkait ada atau tidaknya kelalaian pihaknya masih belum berani menyimpulkan," imbuh Rohadi.

Untuk mengetahui penyebab tewasnya korban,saat ini jasad Yoki di bawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek guna dilakukan autopsi.
foto : Istimewa





: kecelakaan kerja Trenggalek, pembangunan pasar gandusari, berita trenggalek,

Ratusan Pedagang Mengais Sisa-sisa Kebakaran Pasar Pon Trenggalek

Trenggalek - Pascapenghentian penyidikan yang dilakukan Polres Trenggalek terhadap peristiwa kebakaran Pasar Pon dua bulan lalu, ratusan pedagang diperbolehkan memasuki area pasar untuk mengais barang-barang yang bisa terselamatkan. 

Dengan pengawalan petugas pasar, kepolisiaan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Trenggalek para pedagang Pasar Pon membongk puing-puing kios dan lapak yang ludes terbakar pada 25 Agustus 2018 lalu. Proses pembukaan akses ini diberikan kepada masing-masing pemilik lapak dan kios. 

"Proses ini kami lakukan dengan ketat, mereka yang bisa masuk hanya pedagang dan karyawannya, mereka juga mendapatkan identitas atau kartu pengenal saat memasuki area pasar," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Trenggalek, Siswanto, Senin (29/10/2018) di Pasar Pon. 

Pelaksanaan pencarian sisa barang-barang pedagang tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Para pedagang dipersilahkan untuk membawa barang miliknya yang dinilai masih bermanfaat. 

"Berlakunya mulai hari ini sampai Rabu mendatang, setelah itu Dinas Komindag akan melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran. Ini kami lakukan setelah Polisi memastikan bahwa kebakaran bukan dari unsu kesengajaan, tapi korsleting listrik," ujarnya. 

Sementara itu dari pantauan detikcom, beberapa pedagang masih menemukan sisa-sisa dagangan yang tidak terbakar. Seperti yang terjadi di lapak milik Alfiah warga Lingkungan Pucung, Kelurahan Tamanan., di sembilan lapak miliknya ia masih menemukan beberapa benda yang tidak sempat terbakar, seperti dagangan sabun cuci, rokok serta benda-benda berbahan besi. 

"Itu ada ketumbar, kopi, sabun, untuk pompa air, kompor barangnya masih ada tapi sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, mungkin nanti dirongsokkan saja. Kalau melihat ini saya jadi ingat kejadian (kebakaran) itu, habis semua di situ kios bahan kue habis," imbuhnya sambil meneteskan air mata. 

Alfiah menambahkan, sejumlah anak buahnya juga mencari uang tunai Rp20 juta yang tersimpan di dalam lapak. Namun pihaknya mengaku pasrah apabila uang tersebut hilang atau hangus terbakar. 

"Dari sembilan kios ini kerugiannya kalau Rp500 juta. Saat ini saya sewa kios di Gotong Royong," jelasnya. 

Para pedagang lain juga melakukan pembongkaran sisa-sisa material pasar yang terbakar, mereka menemukan sejumlah benda yang masih bisa dimanfaatkan, mulai dari piring, gelas, timbangan dan beberapa barang lainnya. 

Setiap keluarnya barang dari dalam pasar dilakukan pendataan oleh petugas pasar, proses ini dilakukan untuk mencegah aksi pencurian maupun penyalahgunaan dari orang yang tidak bertanggung jawab. 

Sebelumnya, Polres Trenggalek memastikan kasus kebakaran Pasar Pon terjadi akibat korlseting arus listrik. Kepastian itu didapatkan setelah dilakukan uji laboratorium forensik serta pemeriksaan para saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara. 






OTT Puskesmas Pule, Pemkab Belum Ambil Sikap


Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek belum mengambil sikap pasca Operasi Tangkap tangan (OTT) Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Polres Trenggalek dalam dugaan pungutan liar dana jasa pelayanan di Puskesmas Pule.

Kepala Inspektorat Trenggalek, Bambang Agus Setyaji, saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan pihaknya belum mengambil langkah khusus untuk menaggapo kasus itu, namun pemerintah daerah memilih untuk menunggu proses pnyelidikan yang dilakukan petugas Polisi.

"Belum (ada langkah), kami masih menunggu dari kepolisian," kata Bambang, Jumat (19/10/2018).

Keputusan untuk menunggu tersebut diambil pemerintah, lantaran polisi belum menetapkan satupun tersangka dalam perkaran tersebut. Pihaknya juga belum ada rencana untuk memanggil tujuh pegawai yang terjaring OTT.

Sebelumnya, Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Trenggalek melakukan operasi tangkap tangan terhadap tujuh orang pegawai Puskesmas Pule, karena diduga melakukan pungli terhadap para pegawai dengan memotong dana jasa pelayanan sebesar 10 persen.

Proses pungutan dilakukan dengan mengedarkan amplop kosong bertuliskan nominal potongan yang harus diserahkan kepada tim teknis. Dari hasil OTT tersebut polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp28.719.000.

Uang hasil potongan itu selanjutnya digunakan untuk berbagai kegiatan yang tidak semestinya dan diduga sebagian untuk kepentingan pribadi.