Recent Posts

Ini Lima Anggota Bawaslu Trenggalek Yang Baru

Trenggalek - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur akhirnya menunjuk komisioner baru Bawaslu Trenggalek untuk periode lima tahun mendatang, dari lima orang terpilih hanya satu yang berasal dari komisioner eksisting. 

Sesuai hasil seleksi Bawaslu Jatim, kelima anggota Bawaslu Trenggalek terpilih adalah Ahmad Rokhani, Farid Wadjdi, Mohammad Triyono Al Fata, Rusman Nuryadin dan Prayogi. Ahmad Rokhani merupakan satu-satunya anggota eksisting yang kembali terpilih dalam seleksi, sedangkan dua eksisting lainnya Agus Trianta dan Istikah justru tersingkir. 

Sementara itu beberapa nama lain yang ikut lolos bukanlah nama yang asing, seperti Farid Wadjdi dan Rusman Nuryadin, mereka merupakan mantan Ketua Panwaslu pada Pilkada Trenggalek 2015 yang lalu, sedangkan Triyono Al Fata dan Prayogi merupakan mantan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam beberapa kali pemilihan umum.

Terkait hasil seleksi tersebut Farid mengaku bersyukur dan akan menjalankan tugas serta fungainya selama masa periode jabatannya. "Alhamdulillah, setelah sebelumnya gagal, sekarang Allah justru diberikan amanah untuk masa kerja yang lima tahun," katanya, Selasa (14/8/2018). 

Yang menarik dari hasil seleksi ini tidak satupun komisioner perempuan, satu anggota eksisting perempuan Istikah dan satu mantan anggota Panwaslu perempuan Undarwati tersingkir. 

Isu Soekarwo Akan Gabung Nasdem, Ini Tanggapan Ibas

Trenggalek - Ketua Komisi Pemenangan DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) membantah Isu rencana kepindahan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo ke Partai Nasdem. 

Saat melakukan rangkaian reses sebagai Anggota DPR RI di Trenggalek, Ibas meyakini Soekarwo merupakan kader yang memiliki komitmen, sehingga pihaknya yakin akan tetap berada di Partainya. 

"Enggak lah, Pak Soekarwo hari ini bertemu Pak SBY ke Jakarta, yang saya dengar begitu. Pakde Karwo itu adalah orang yang taat," kata Ibas usai berdialog di salah satu radio lokal Trenggalek, Senin (13/8/2018). 

Menurutnya, Gubernur Jawa Timur tersebut merupakan kader Partai Demokrat yang baik, perbedaan pendapat yang terkait hasil polling internal dalam arah dukungan dalam pilpres beberapa waktu lalu dinilai merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.  

"Perbedaan pendapat itu wajar, Pak Karwo orang yang hebat," ujarnya. 

Sebelumnya isu rencana kepindahan Soekarwo ke Partai Nasdem santer terdengar, terlebih setelah Ketua Bapillu DPD Partai Nasdem Jatim Ipong Muchlissoni mengungkapkan hal tersebut. 

Dapil VII Jatim, Mulai Ibas Hingga Johan Budi

Trenggalek - Perebutan suara di Daerah Pemilihan VI Jawa Timur untuk memperebutkan kursi DPR-RI dipastikan akan sengit, karena diisi oleh sejumlah tokoh nasional mulai anak mantan presiden, Jubir Presiden Jokowi, aktivis hingga anak ketua partai politik.

Dari pengumuman daftar caleg sementara terdapat beberapa nama tokoh yang akan bertarung di Dapil Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi, diantaranya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) anak Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Johan Budi Juru Bicara Presiden Jokowi, Budiman Sujatmiko mantan aktivis serta Jessica Herliani Tanoesoedibjo yang merupakan anak Ketua Umum Partai Perindo.

Ibas merupakan salah satu petahana dari Dapil VII Jatim, ia maju melalui Partai Demokrat dengan nomor urut satu. Putra bungsu SBY ini menjadi salah pendulang suara terbanyak dalam beberapa kali Pemilu. Pada Pemilu 2014 Ibas meraup 243.747 suara, bahkan partai berlambang mercy ini mampu menyumbang dua wakil dari daerah barat Jatim ini.

Sementara itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga tidak mau ketinggalan dengan menerjunkan sejumlah tokoh diantaranya Jubir Jokowi, Johan Budi serta aktivis pergerakan Budiman Sujatmiko. Johan Budi menempati nomor urut satu, yang pada Pemilu 2014 ditempati oleh Mantan Ketua DPD PDIP Jatim Sirmaji.

Sedangkan Budiman Sujatmiko berada pada urutan tiga. Pada Pemilu 2014 ia berangkat menjadi anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan VIII Jawa Tengah. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini harus bekerja ekstra, mengingat pada Pemilu 2014 hanya memperoleh satu kursi dengan memperoleh 77.100 suara.

Di sisi lain, partai baru Perindo juga tidak main-main, karena menerjunkan langsung anak  Ketua Umumnya Hari Tanoesoedibjo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo. Wanita 25 tahun tersebut berada pada nomor urut dua dibawah Ketua DPD Partai Perindo Ponorogo Lisdyarita. 

Ibas Sambut Baik Johan Budi Bertarung di Dapilnya

Trenggalek - Calon Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyambut baik munculnya sejumlah tokoh dari berbagai partai politik yang diterjunkan ke Dapil VII Jatim untuk bertarung dalam Pemilu 2019. 

Ditemui sejumlah wartawan usai dialog di Radio Boss Trenggalek, Ibas mengaku tidak mempersoalkan munculnya sejumlah nama mulai dari Juru Bicara Presiden Jokowi, Johan Budi, Budiman Sujatmiko hingga putri Ketua Umum Partai Perindo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo. Hal itu justru bernilai positif dalam mendorong iklim demokrasi yang lebih baik. 

"Jadi saya welcome, mari kita bertanding secara fair, sehingga kita mendapatkan wakil rakyat yang benar-benar amanah peduli dan memberikan solusi,"  kata Ibas, Senin (13/8/2018) sore. 

Menurutnya kehadiran sejumlah tokoh itu dinilai akan memberikan pilihan yang menarik bagi masyarakat, terlebih di era digital saat ini masyarakat dapat melakukan pemantauan terhadap rekam jejak para calon wakil rakyat melalui berbagai saluran media sebelum menentukan pilihannya. 

"Semua itu menjadi lebih kompetitif, saya yakin dengan kompetitifnes dari orang-orang yang memiliki niat yang tulus untuk membangun dengan menjadi wakil rakyat, saya malah senang, karena kita akan mendapat calon-calon wakil rakyat yang benar-benar membangun semangat kemajuan tersebut," imbuhnya. 

Putra bungsu Presiden Keenam SBY tersebut mengakui, sejumlah tokoh seperti Johan Budi maupun Budiman Sujatmiko adalah tokoh yang yang telah malang melintang di dunia politik. Namun pihaknya tetap optimistis akan mampu mendapatkan kursi legislatif dan memenanhkan partainya dari Dapil VII Jatim seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya. 

Yang terpenting menurut Ibas, iklim kompetisi dalam Pemilu Legislatif 2019 haruslah berjalan dengan baik tanpa ada politik uang, politik SARA mauoun politik hoax. Sehingga wakil rakyat yang terpilih benar-benar bisa membawa aspirasi masyarakat yang terwakili. 

Kajati Jatim : Jangan Hanya Memburu Kasus Korupsi Kecil

 Trenggalek - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur melakukan road show ke sejumlah kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan konsolidasi dengan jajaranya terkait penegakan hukum. Apa instruksi orang nomor satu korp Adyaksa Jatim ini ? 

Kajati Jatim Sunarta, mengatakan dalam kunjungan kerjanya sebagai pejabat baru tersebut memberikan sejumlah pengarahan, salah satunya terkait dengan optimalisasi penanganan perkara hukum yang ada di seluruh jajarannya. Optimalisasi tersebut menyangkut waktu hingga kualitas perkara. 

"Sekarang musimnya optimalisasi, optimal itu dalam pengertian kualitasnya, jangan hanya mengejar kuantitas. Nanti kerugian hanya Rp10 juta diangkat, ongkosnya saja Rp200 juta," kata Sunarta, Jumat (10/8/2018) saat berada di Kejari Trenggalek. 

Menurutnya, tingginya ongkos penanganan perkara tersebut salah satunya disebabkan oleh proses persiadangan perkara korupsi yang harus dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Kprupsi (Tipikor) Surabaya. Sehingga Jaksa harus melakukan persiapan lebih, mulai dari energi, penginapan, hingga memboyong para terdawakwa hingga para saksi. 

"Makanya biayanya lebih tinggi, kami harus melakukan optimalisasi dengan kualitasnya yang bagus-bagus (kerugian negara besar). Betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat kecil dan kerugiannya banyak," jelasnya. 

Orang nomor satu di Kajati Jatim ini memastikan penangan perkara-perkara besar tersebut bukan berarti mengesampingkan perkara hukum terutama korupsi dengan kerugian kecil. 

"Yang kecil tetap diangkat juga, minimal kalau sudah ada temuan kami koordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) nanti akan ada solusi. Memang ketentuannya begitu, 60 hari harus ada penyelesaian," imbuh Sunarta. 

Rangkaian kunjungan kerja Kajati Jatim dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, mulai dari Madiun, Ponorogo, Trenggalek hingga Tulungagung.