Showing posts with label pdip. Show all posts
Showing posts with label pdip. Show all posts

Hilirisasi Dinilai Mandek, Novita Hardini Minta Kemenperin Fokuskan Nilai Tambah di Dalam Negeri



Trenggalekkita.com - Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, menilai capaian program hilirisasi industri Indonesia masih belum optimal. Ia menyebut, keberhasilan hilirisasi selama ini terlalu sempit diukur dari angka produksi dan ekspor, tanpa memperhatikan nilai tambah di dalam negeri serta dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kawasan industri.

Hal itu disampaikan Novita dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/1/2026).

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, sekitar 85 persen ekspor Indonesia masih didominasi produk setengah jadi. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm serius karena nilai tambah ekonomi justru lebih banyak dinikmati negara lain.

"Kalau yang diekspor masih bahan mentah atau setengah jadi, maka nilai tambahnya tidak tinggal di Indonesia. Ini menunjukkan adanya kebocoran ekonomi yang harus segera dibenahi," ujar Novita.

Perempuan satu-satunya di Komisi VII dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu menekankan bahwa hilirisasi semestinya menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, bukan sekadar mengejar target ekspor di tengah tekanan geopolitik global, cuaca ekstrem, dan fluktuasi harga energi yang berdampak pada biaya produksi.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan biodiversitas di sekitar kawasan industri serta integrasi kebijakan industri dengan agenda transformasi energi dan pengembangan industri hijau. Novita mengapresiasi sejumlah perusahaan yang mulai beralih ke praktik ramah lingkungan, namun mengingatkan agar langkah tersebut tidak dilakukan setengah hati.

"Industri hijau memang harus didorong secara tegas. Tapi kuncinya ada pada keberpihakan kebijakan dan insentif negara. Insentif itu harus terintegrasi dengan peningkatan serapan tenaga kerja lokal dan penguatan daya saing produk nasional," tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa insentif energi hijau dan hilirisasi perlu dihubungkan dengan pembinaan serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional.

Lebih lanjut, Novita mendesak Kementerian Perindustrian agar berpikir lebih strategis dan berjangka panjang dengan memperkuat pasar domestik sebelum terlalu agresif membidik pasar ekspor.

"Kita harus menjadi raja di negeri sendiri. Percuma ekspor besar-besaran kalau yang dijual masih mentah dan manfaatnya tidak dirasakan oleh petani dan masyarakat," pungkasnya.

Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Naik Kelas Menjadi IKM Hijau

 

Trenggalek - Upaya mendorong ekonomi mikro di Kabupaten Trenggalek kembali ditunjukkan Novita Hardini. Bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI dan Kementerian Perindustrian melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Surabaya, Novita berhasil mengantarkan salah satu pelaku usaha lokal, Aby Culinary “Fish Miracle Trenggalek”, naik kelas menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) hijau.

Aby Culinary dikenal sebagai produsen olahan ikan dengan slogan “Cara Keren Makan Ikan”. Melalui pendampingan BSPJI, limbah berupa tulang dan kulit ikan yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomis seperti bahan pakan ternak.

Saat mengunjungi usaha tersebut, Novita menyampaikan rasa bangganya atas transformasi yang terjadi. Ia menyebut Aby Culinary kini bukan hanya berkembang dari UMKM menjadi IKM, tetapi juga mampu memenuhi standar IKM hijau. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan berkelanjutan yang dilakukan BSPJI.

Novita menjelaskan, pengolahan limbah menjadi salah satu indikator IKM hijau. Limbah ikan yang semula berpotensi mencemari lingkungan kini dapat diproses menjadi bahan bernilai jual melalui alat bantuan yang difasilitasi program kerja sama Kementerian Perindustrian dan pemerintah daerah. “Peralatan ini tidak mahal, tapi sangat membantu UMKM meningkatkan nilai ekonomis dan keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan pentingnya pembangunan ekonomi yang memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Menurutnya, banyak UMKM di Trenggalek yang berpotensi naik kelas menjadi IKM hijau apabila mendapatkan pendampingan dan fasilitas serupa.

Kepala BSPJI Surabaya, Ransi Pasae, menjelaskan bahwa program pendampingan tersebut merupakan bagian dari Program Dapati, inisiatif Kementerian Perindustrian yang bertujuan meningkatkan kualitas IKM di daerah. “Limbah yang sebelumnya tidak bermanfaat bahkan merugikan, kini bisa memberikan nilai ekonomis. Ini bisa menjadi contoh bagi IKM lain untuk dikembangkan,” katanya.

Ransi menilai Aby Culinary memiliki keunggulan pada inovasi dan kemauan belajar. Menurutnya, hal itu menjadi faktor penting hingga usaha tersebut dapat naik kelas. “Tidak banyak IKM yang aktif mencari riset dan referensi untuk terus berkembang. Ini yang membuat Aby Culinary istimewa,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Aby Culinary, Sri Utami Dewi, menceritakan usaha yang dirintis sejak 2017 itu berawal dari pengetahuan yang sangat terbatas. Seiring waktu, usaha ini berkembang berkat dukungan berbagai dinas serta pendampingan yang diterimanya tahun ini melalui Program Dapati. “Program ini membantu kami mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.

Sri Utami menegaskan pentingnya inovasi bagi pelaku usaha mikro agar mampu mengikuti kebutuhan pasar. Ia juga menyinggung pentingnya strategi pemasaran sebagai kunci keberlanjutan usaha. “Yang terpenting adalah strategi marketing, termasuk ‘strategi marketing langit’. Jangan abaikan itu,” pesannya.


Anggota DPR Novita Hardini Dorong Akses Keuangan Inklusif untuk Perempuan

Trenggalek - Anggota DPR RI Novita Hardini mendorong perempuan Trenggalek berdaya dengan memanfaatkan akses keuangan secara inklusif. Literasi dan akses keuangan yang baik maka akan meningkatkan perekonomian. 


Saat bertemu langsung dengan kelompok perempuan perajin besek di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Novita mengatakan perempuan produktif wajib memiliki pengetahuan yang cakap terhadap akses keuangan. 


"Perempuan memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan dengan bantuan keuangan yang cerdas, mereka akan lebih mampu bersaing," kata Novita Hardini, Jumat (11/10/2024). 


Akses keuangan yang tepat akan mendorong perempuan dalam mengembangkan usaha, sehingga bisa mandiri secara ekonomi. 


Menurutnya tantangan akses keuangan saat ini cukup beragam. Jika masyarakat tidak memiliki literasi tentang akses keuangan inklusif maka rentan terjerumus pada rentenir hingga investasi bodong. 


"Saya yakin perempuan Trenggalek bisa untuk mengakses keuangan inklusif dan memanfaatkannya dengan baik untuk pengembangan usaha," jelas kader PDIP ini. 


Novita mengaku kemudahan akses keuangan juga harus dibarengi dengan kemampuan dalam menata keuangan di dalam usahanya. 


"Kami mengapresiasi kelompok perempuan pengrajin besek premium di Kabupaten Trenggalek yang telah menunjukkan semangat inovasi dan kewirausahaan," jelasnya. 


Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal pemberdayaan ekonomi perempuan di Trenggalek dan wilayah Dapil 7 Jawa Timur. 


Dukungan Perempuan Untuk Caleg DPR RI Novita Hardini Semakin Kuat

 


Trenggalek - Sepekan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, calon anggota legislatif DPR RI dari PDIP Novita Hardini semakin optimistis mampu melenggang Senayan. 


Keyakinan itu diperoleh dari semakin banyaknya dukungan dari masyarakat di Dapil 7 Jatim meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan dan Ngawi, khususnya kaum perempuan. 


Selama berkampanye dan berkeliling di berbagai daerah tersebut celeg nomor urut 3 ini hanyak mendapatkan aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, pangan hingga isu kesetaraan gender dan kelompok marjinal. 


Istri Bupati Trenggalek itu menilai dukungan dan aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat tersebut semakin meneguhkan semangatnya untuk berjuang lolos ke DPR RI. 


"Keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan politik akan membawa percepatan Pembangunan daerah. Saya berterimakasih pada seluruh masyarakat yang selalu mengirimkan cintanya sebagai teman perjuangan saya dijalur politik," kata Novita Hardini, Rabu (7/2/2024). 


Sementara itu terkait kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden, Novita optimistis paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan menang dan memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Kedua tokoh tersebut dinilai merupakan putra  terbaik bangsa dan memiliki kedekatan dengan rakyat. 


"Dari ketiga paslon ini yang paling dekat dengan rakyat ya Ganjar-Mahfud, jadi sangat wajar jika masyarakat Indonesia memberikan julukan pada Pak Ganjar sebagai presiden rakyat.” Imbuhnya.


Novita menyebut Ganjar adalah sosok bapak rakyat yang lahir dari rahim-rahim kepahitan rakyat. Selain itu visi dan misi Ganjar Pranowo dinilai paling realistis. 


"Politik Gagasan adalah penyelamat Bangsa. Untuk itu ayo masyarakat Indonesia berikan hak suara kita pada paslon Ganjar-Mahfud," ungkapnya. 

DPC PDI Perjuangan Trenggalek Gelar Lomba Inovasi Olahan Pangan Berbahan Dasar Ikan

Trenggalek - Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Trenggalek menggelar lomba inovasi masak berbahan dasar ikan. Lomba ini untuk mendorong percepatan penanganan stunting. 

Kader PDIP sekaligus Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini, mengatakan kegiatan yang digelar di Kandang Banteng Trenggalek itu sekaligus untuk memperingati HUT ke-50 PDIP dan ulang tahun Megawati Soekarnoputri. 

"Ketua Umum PDI Perjuangan memberi instruksi kepada seluruh ketua DPC di seluruh Indonesia untuk melaksanakan gerakan hidup sehat dengan membuat dapur umum dan melibatkan masyarakat dengan menu sajian yang bergizi," kata Novita Hardini, Senin (23/1/2023).

Para peserta saling berkompetisi untuk menciptakan menu masakan yang dengan bahan dasar ikan. Menu ikan dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi. 

Lanjut dia, ikan mempunyai kandungan nutrisi yang paling lengkap, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun ibu hamil. "ikan adalah kombinasi yang paling sempurna gizinya, karena kandungan zinc nya tiga kali lipat" katanya.

Menurutnya lomba masak tersebut sejalan dengan program inovasi SMS Bu Novita yang digagas Ketua TP PKK Trenggalek. SMS bu Novita adalah program pendampingan untuk penanggulangan stunting dari hulu hingga hilir. 

"Kita mengedukasi bagaimana masak yang sehat bergizi tapi juga menarik bagi anak-anak sehingga tergugah untuk makan. Ini adalah salah satu inovasi penanganan stunting yang mengantarkan Kabupaten Trenggalek mendapatkan juara penganganan stunting terbaik nasional dua tahun berturut-turut" ujar Novita

Novita mengajak kader dan simpatisan PDI Perjuangan serta seluruh komunitas untuk turut serta berjuang mendampingi masyarakat tentang bagaimana cara mengolah ikan.

"Ikan tidak hanya digoreng saja, tetapi ikan bisa diolah sedemikian rupa sehingga menarik," jelasnya.

Harapannya kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi masing-masing ranting yang ada di Kabupaten Trenggalek supaya bisa disosialisasikan serta bekerjasama dengan dasawisma di masing-masing daerah sehingga penurunan angka stunting akan lebih mudah dicapai.

"Terimakasih Ibu Megawati, telah peduli terhadap tumbuh kembang anak di setiap desa.
Kami siap mengawal perjuangan," pungkasnya.