Showing posts with label TNI. Show all posts
Showing posts with label TNI. Show all posts

Komsos Kodim 0806, Forkopimda Siap Dukung Trenggalek Meroket


Trenggalek - Komandan Kodim (Dandim) 0806 Trenggalek memastikan, jajarannya siap mendukung penuh program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Dandim 0806 Kabupaten Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto, menyatakan dalam melakukan pembangunan daerah mengatakan Bupati Trenggalek tidak bisa bekerja sendiri, namun dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, kepolisian, kejaksaan serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) yang lain. Karena seluruhnya memiliki visi yang sama untuk menyukseskan program pembangunan. 

"Apalagi Trenggalek mempunyai jargon meroket, mari kita dukung agar Trenggalek tidak salah lepas landas untuk meroket," kata Dodik dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Rabu (26/6/2019). 

Dukungan terhadap program pembangunan tersebut diwujudkan dalam berbagi kegiatan yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi dari masing-masing lembaga. Dikatakan, prajurit TNI selain bertugas menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI juga memiliki fungsi untuk memperlancar pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, khususnya di wilayah Trenggalek. 

"Jadi, selain berperang, tugas TNI adalah membantu aparat pemerintah dan menjamin kelancaran pembangunan. Semua unsur pimpinan menginginkan Trenggalek ini maju, kita memiliki komitmen yang sama untuk Trenggalek," jelasnya. 

Sementara beberapa unsur pimpinan lainnya, mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek, kapolres hingga ketua DPRD Trenggalek juga sepakat dengan untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengawal pembangunan dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat. 

Kepala Kejari Trenggalek, Lulus Mustofa mengatakan, sebagai aparatur penegak hukum pihaknya juga memiliki fungsi yang penting dalam melalukan pengawasan pembangunan melalui TP4D, sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik dan tidak terjadi penyelewengan. Kajari menegaskan tidak akan sungkan sungkan menindak kontraktor rekanan pemerintah yang nakal meskipun dalam kegiatan pembangunan fisiknya didampingi TP4D.

"Bentuk dukungan lain Kejaksaan terhadap Pemerintah Trenggalek, dengan menjadi pengacara Pemerintah untuk menghadapi gugatan terhadap pemerintah," kata Lulus. 

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengapresiasi dukungan dari TNI maupun seluruh jajaran lain dalam mengawal maupun mengawasi program pembangunan, sehingga bisa terlaksana dengan baik dan sesuai harapan. 

"Terlalu banyak menjabarkan cita-cita Trenggalek, untuk meringkas hal tersebut dengan jargon meroket. Meroket ini berasal dari kata MER yang artinya maju ekonomi rakyatnya, ini cita-cita utama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, yaitu memajukan ekonomi masyarakat," kata Arifin. 

Dikatakan, dari hasil evaluasi kepemimpinannya bersama bupati pendahulu Emil Dardak, persoalan peningkatan ekonomi masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. 

"Nah salah satu upaya kami dengan melakukan lekang investasi, harapannya nanti akan menjadi motor penggerak bagi ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya," ujarnya. 

Gubernur AAU : Taruna Jangan Dimanja

 Trenggalek - Gubernur Akademi Angkatan    Udara (AAU) meninjau langsung kinerja para taruna yang melalukan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-39 di Trenggalek. Pihaknya meminta panitia dan tuan rumah tidak memanjakan para prajurit selama kegiatan berlangsung. 

"Lho kok bagus (posko) ini, wah taruna jangan dimanja," kata Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Tatang Harlyansyah saat meninjau posko Latsitardanus, di Desa Wonoanti, Trenggalek, Kamis (4/4/2019). 

Ia lantas membandingkan dengan kegiatan serupa pada eranya dulu yang hanya menghuni barak dari tenda. Sedangkan saat ini para taruna tersebut di tempatkan di rumah penduduk dengan kondisi yang cukup nyaman. 

Tatang berharap pada taruna TNI Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Akademi Kepolisian, IPDN  dan mahasiswa ITS yang tergabung dalam grup Elang justru berbaur dengan masyarakat apa adanya. Bahkan para calon pemimpin tersebut harus menjalin interaksi sosial dengan warga, sehingga mereka mampu merasakan kehidupan bermasyarakat secara nyata. 

"Jadi maksud saya jangan dimanja itu, mereka harus terjun langsung, realitas masyarakat bagaimana itulah mereka, seperti contoh kalau memang di sini mandinya di sungai ya mereka ikut merasakan mandi di sungai, kemudian apa pekerjaan di sini ya mereka harus berbaur dengan budaya lokal dan kearifan lokal," ujar Tatang. 

Sebab dengan interaksi sosial yang baik, akan menjadi bekal mereka saat melaksanakan tugas nyata setelah lulus dari akademi maupun universitas. Tatang mengingatkan pelajaran teori yang didapatkan para taruna selama di kampus perlu diaplikasikan ke masyarakat, namun terkadang hal itu tidak mudah dan harus membutuhkan strategi lain. 

"Supaya mereka riil bergaul dengan masyarakat, sehingga mereka menjadi pemimpin yang fleksibel dan ikut dengan masyarakat apapun permasalahan yang ada saat itu," imbuhnya. 

Namun ia mengaku bangga atas kekompakan yang dimiliki oleh masing-masih kelompok, meskipun terdiri dari berbagai akademi. Diharapkan sinergitas antar kesatuan terjaga hingga para taruna lulus dan menjalankan tugas. 

"Ini menjadi bekal bagi mereka menjadi pemimpin, karena keluar dari akademi, mereka akan menjadi seorang komandan pleton atau pimpinan pertama di dasar untuk memimpin anak buahnya," imbuh Tatang. 

Gubernur mengaku para taruna di Trenggalek diharapkan banyak pengalaman, terlebih unsur yang terlibat dalam kegiatan cukup lengkap mulai dari masyarakat, pemerintah, legislatif hingga instansi lainnya. 

"Nah ini mereka dapat bekal yang bagus sehingga mereka dapat literasi sosial, yang aplikasinya mereka nanti akan menjadi pemimpin yang memiliki pengetahuan luas," jelasnya. 

Di Trenggalek, para taruna TNI, kepolisian, IPDN dan mahasiswa diterjunkan ke berbagai bidang mulai dari pembangunan hingga berbagai pengetahuan kemasyarakatan lainnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, berharap kehadiran para taruna tersebut menjadi penyemangat bagi para pemuda dan masyarakat sekitar. Di sisi lain para taruna diharapkan juga banyak belajar kepada masyarakat. 

"Taruna ini kami bisa menjadi kebanggaan masyarakat, sedangkan taruna juga harus belajar dari masyarakat, karena saat mereka terjun menjalankan tugas nanti, pasti akan menemukan berbagai persoalan, yang terkadang hanya bisa diselesaikan dengan musyawarah atau gotong royong seperti ini," ujarnya. 

Kodim 0806 Trenggalek Terima Tim Penilai Lomba Binsat Tingkat Korem


Trenggalek - Komando Distrik Militer (Kodim) 0806 Trenggalek menerima tim penilai lomba Pembinaan Satuan (Binsat) Teritorial tingkat Korem 081/Dhirotsaha Jaya. Untuk mendapatkan nilai yang objektif, sejumlah instansi terkait juga ikut dilibatkan.

Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto, mengatakan lomba rutin digelar setiap tahun untuk mempertandingkan jajaran kodim yang berada di bawah TNI Angkatan Darat (AD) dalam pembinaan teritorial di wilayahnya masing-masing.

Tim Korem 081 langsung melakukan berbagai penilaian, mulai dari pembinaan kesatuan, pembinaan pangkalan, komunikasi serta interaksi dengan masyarakat, serta berbagai instansi dan jajaran lain.

"Jadi tim akan menilai bagaimana kinerja Kodim Trenggalek termasuk interaksi dengan masyarakat, kemudian jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) maupun kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketentraman di wilayahnya masing-masing," jelas Dodik, Senin (6/8/2018).

Menurutnya, dalam melakukan penilaian, Korem 081 tidak hanya berkomunikasi dengan jajaran kodim, namun juga melaikan audiensi langsung dengan kelompok masyarakat serta instasi terkait. Masing-masing peserta audiensi akan ditanya oleh tim penilai terkait interaksi yang dilakukan jajaran kodim selama ini.

"Utamanya adalah, bagaimana keberadaan kodim ini bermanfaat bagi lingkungan, apakah kinerjanya bisa diterima oleh msyarakat kemudian bisa membantu pemerintah daerah dalam program penyelesaian pembangunan di daerah,"

Dari pantauan reporter www.trenggalekkita.com tim Korem 081 sempat menyinggung kiprah para Babinsa yang ditugaskan di masing-masing desa. Warga diminta untuk memberikan penilaian langsung yang seobjektif mungkin.

Dalam lomba kali ini mekanisme penilaian akan dibedakan menjadi empat jenis, sesuai dengan masing-masing time kodim, mulai dari tipe A,B,C hingga tipe D. "Untuk Trenggalek ini masuk kategori tipe B. Dulu pernah diikutkan dan pernah mendapatkan juara untuk kodim tingkat pratama," imbuh Dodik.

Pria berpangkat Letnan Kolonel ini mengaku telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan Kodim 0806 Trenggalek guna menggerakkan seluruh jajarannya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tanah Retak Ancam Dua Rumah Warga Ngrencak


Trenggalek - Dua rumah warga di Kecamatan Panggul, Trenggalek rusak akibat terdampak pergerakan tanah. Beberapa dinding rumah dan lantai retak hingga sehingga kondisinya membahayakan. 

Retakan tanah tersebut terjadi di rumah milik Nur Kholiq dan Mislan di Dusun Wonogondo, Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Trenggalek. Rumah Mislan mengalami retak pada dinding bagian depan dengan lebar mencapai 10 sentimeter.

"Kemudian dinding kamar retak 1 sentimeter dan dinding dapur retak sekitar 5 sentimeter," kata salah seorang anggoat Koramil Panggul, Serma Puryanto, Senin (29/1/2018). 

Sementara itu retakan di rumah milik Nur Kholiq, terjadi pada dinding dan lantai. Pondasi yang ada di rumah tersebut juga ambles hingga 10 sentimeter. Saat dilakukan pengukuran, kedalaman retakan di lantai rumah mencapai lebih dari satu meter.

"Saya dan tim dari BPBD sudah ke lokasi untuk melihat kondisinya," ujarnya. 


Menurutnya, tanda-tanda retakan tanah ini sudah ada sejak dua hari yang lalu. Sebelum terjadi retakan-retakan pada dinding dan tanah, wilayah Kecamatan diguyur hujan deras selama beberapa jam. Dampaknya, tanah menjadi labil dan mengalami pergerakan tanah.  

Terkait kondisi itu pihaknya terus melakukan pemantauan bersama sejumlah instansi, mulai sari TNI, Kepolisian, BPBD maupun pemerintah daerah. 

Foto : Istimewa

Sambut Tahun Baru, Kodim Trenggalek Gelar Khataman Alquran dan Doa Bersama

Trenggalek - Komando Distrik Militer (Kodim) 0806 Trenggalek memanfaatkan malam pergantian tahun 2017 ke 2018 dengan menggelar khataman Alquran serta doa bersama ribuan masyarakat. 

Komandan Kodim Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto, mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk mendekatkan diri dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan keberkahan kepada Kabupaten Trenggalek pada tahun 2018 mendatang. 

"Ini juga sekaligus untuk menumbuhkan kebersamaan diantara masyarakat dengan aparat TNI maupun sejumlah instansi lainnya. Kami ini juga bersal dari rakyat, maka sudah selayaknya berjalan pun juga harus bersama dengan rakyat," katanya. Minggu (31/12/2017).

Menurutnya, momen pergantian tahun dinilai merupakan saat yang tepat untuk melakukan instropeksi diri terhadap berbagai hal yang telah dilakukan pada tahun 2017, sehingga bisa berbuat lebih baik pada tahun berikutnya. 

"Mudah-mudahan masyarakat Trenggalek ini diberikan keimanan dan ketaqwaan dan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah. Semoga Kabupaten Trenggalek semakin jaya dan masyarakatnya sejahtera serta dijauhkan dari berbagai musibah," harapnya. 

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin. Pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil Kodim 0806 Trenggalek yang melakukan pendekatan kepada masyarakat secara kerohanian. 

"Kita berdoa bersama, kita muhasabah bersama, apa yang kita alami tahun kemarin patut disyukuri. Alhamdulillah di Trenggalek pada tahun 2017 terhindar dari bencana besar, kami harap 2018 juga aman," katanya. 

Arifin menambahkan, saat ini TNI khususnya anggota yang berinas di jajaran Kodim memiliki fungsi yang sangat besar untuk membantu masyarakat dalam hal keaamanan maupun kegiatan sosial yang lainnya. 
"Kalau ada bencana, TNI adalah salah satu yang di depan untuk membantu masyarakat," imbuhnya. 

Raangkaian kegiatan doa bersama, juga dilakukan di berbagai lokasi di Trenggalek maupun Kabupaten Tulungagung. Di Pendapa Kabupaten Tulungagung, juga digelar doa bersama yang diikuti oleh berbagai agama dan kepercayaan. Bahkan para penghayat juga ikut berpartisipasi dalam doa bersama menyambut 2018 tersebut. 

Hal yang sama juga dilaksanakan di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Para tokoh lintas agama, pimpinan pemerintahan dan masyarakat umum melakukan doa bersama.