Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Banjir di Trenggalek


- Terjadi 3 bencana di awal 2026
BPBD Trenggalek mencatat tiga kejadian bencana yang meliputi tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem, tersebar di 5 kecamatan dan 9 desa.

- Cuaca ekstrem jadi pemicu utama
Hujan deras dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang, longsor, banjir, serta kerusakan rumah dan gangguan akses jalan di sejumlah wilayah.

- Dampak berupa kerusakan rumah dan gangguan aktivitas warga
Sedikitnya 8 rumah mengalami rusak ringan, sejumlah jalan sempat tertutup material longsor dan pohon tumbang, meski tidak ada korban jiwa.

Trenggalek - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Trenggalek sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 memicu serangkaian bencana di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat sedikitnya tiga kejadian bencana yang tersebar di lima kecamatan dan sembilan desa/kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stafanus Triadi Atmono, mengatakan bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, banjir, serta cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.

“Berdasarkan update data Pusdalops BPBD per 2 Januari 2026, terdapat satu kejadian tanah longsor atau tanah gerak di tiga titik, satu kejadian banjir di satu titik, serta lima titik kejadian akibat cuaca ekstrem,” ujar Stafanus.

Ia menjelaskan, bencana tersebut tersebar di Kecamatan Durenan, Dongko, Panggul, Watulimo, dan Trenggalek. Di Kecamatan Durenan, pohon tumbang sempat menutup jalur nasional Durenan–Bandung di Desa Ngadisuko. Sementara di Kecamatan Dongko, longsor menimpa rumah warga di Desa Watuagung dan Desa Siki.

Di Kecamatan Panggul, hujan dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di jalan raya Desa Wonocoyo serta merobohkan tiang listrik dan pohon di jalur nasional Trenggalek–Pacitan di Desa Besuki. Di Kecamatan Watulimo, bencana meliputi pohon tumbang di jalur alternatif Prigi–Gemaharjo, banjir di Desa Gading dan Karanggandu, serta tanah longsor di Desa Gemaharjo.

Sementara di wilayah Kecamatan Trenggalek, angin kencang dilaporkan berdampak pada delapan rumah warga di RT 26 RW 08 Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko.

“Secara keseluruhan dampak yang kami catat adalah delapan rumah mengalami rusak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa, namun aktivitas warga dan lalu lintas sempat terganggu akibat material longsor dan pohon tumbang,” jelasnya.

Stafanus menambahkan, BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat berupa pembersihan material longsor, pemotongan pohon tumbang, serta pendataan kerusakan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan daerah dengan banyak pepohonan besar. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sehingga kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan,” pungkas Stafanus.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

Terima Kasih telah mampir di www.trenggalekkita.com, silakan untuk menuliskan komentar pada kolom di bawah ini. Penulisan komentar tidak boleh mengandung kata-kata kotor, SARA serta berbau pornografi. Kami juga tidak mengzinkan pencantuman link. EmoticonEmoticon