PROYEK JLS DI TRENGGALEK TERKENDALA PEMBEBASAN LAHAN PERHUTANI



Trenggalek, 6/5 - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kesulutan mencari lahan pengganti untuk tanah lahan perhutani yang terkena proyek Jalur Lintas Selatan (JLS).

     Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan, Sekretariat Daerah Trenggalek, Totok Rudianto mengatakan, hingga kini lahan milik perhutani yang belum terbebaskan mencapai 111,744 hektare, yang tersebar di Kecamatan Watulimo, Munjungan dan kecamatan panggul.

     "Kendalanya itu karena keterbatasan anggaran dan sulitnya mencari lahan pengganti, sehingga sekarang ini kami baru bisa mencarikan lahan pengganti seluas 10 hektare di wilayah Bondowoso dan Situbondo," katanya.

     Pihaknya mengaku tidak mungkin untuk mencari lahan untuk tukar guling di wilayah sendiri, mengingat sebagian besar lahan di Trenggalek dibawah pengelolaan Perum Perhutani.

     "Meski demikian kami mengupayakan tahun ini bisa memperoleh lahan pengganti sekitar 30 hektare. Kami mencoba untuk mencari di wilayah Jawa Timur," imbuhnya.

     Sementara itu untuk pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek JLS hanya menyisakan 5,3 kilometer dari total 19 kilometer.

     Lanjut Totok Rudianto, Sisa lahan tersebut berada di Kecamatan Panggul dan Munjungan, sedangkan untuk lahan warga yang berada di Kecamatan Watulimo telah dibebaskan 100 persen.

     "Panggul hanya kurang tanah kas desa, kemudian untuk yang Kecamatan Watulimo tinggal di Desa Munjungan-nya serta di Desa Masaran, kami berharap sisanya nanti bisa segera terbebaskan," paparnya.

     Disinggung mengenai perubahan jalur (trase) yang ada di wilayah Munjungan, pihaknya optimis akan segera terselesaikan, karena pihak desa telah memberikan lampu hijau.

     Bahkan kini Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui kontraktor pelaksanannya mulai memasang tiang pancang untuk jembatan yang berada di Pal Daplang Kecamatan Munjungan.

     Proyek JLS dimulai sejak tahun 2002. Proyek ini membentang di selatan Jawa Timur ini mencapai 626 kilometer mulai dari Pacitan hingga Banyuwangi.

     Seharusnya sesuai dengan rencana, pembangunan jalur lintas selatan tersebut sudah tuntas pada 2012, namun hingga kini proyek yang bertujuan untuk menunjang peningkatkan ekonomi masyarakat pesisir selatan jawa ini belum selsai akibat berbagai macam persoalan.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Terima Kasih telah mampir di www.trenggalekkita.com, silakan untuk menuliskan komentar pada kolom di bawah ini. Penulisan komentar tidak boleh mengandung kata-kata kotor, SARA serta berbau pornografi. Kami juga tidak mengzinkan pencantuman link. EmoticonEmoticon