Tersangka Gelonggong Akui Korban Jalani Cinta Segitiga

Trenggalek - Rini, salah satu tersangka utama yang menggelonggong Ibunya sendiri hingga tewas mengakui ada hubungan asmara antara Ibunya dengan Mikun. 

"Mikun itu selingkuhannya Ibu saya, dia sering ke rumah, kemana-mana ya berdua, " kata Rini, Senin ( 2/4/2018). 

Menurutnya, hubungan gelap antara Mikun dengan Ibunya Tukinem sudah terjalin lama, bahkan yang bersangkutan sering bertandang ke rumahnya. Namun ia dan saudaranya tidak bisa berbuat banyak, karena korban tidak pernah mengindahkan. 

"Dulunya pernah kami tegur, tapi ya tidak terima gitu. Waktu di rumah itu ya lama biasanya, sudah kaya rumahnya sendiri, kadang pas bapak ada kadang juga tidak ada," ujar Rini. 

Menurutnya, meskipun mengetahui hubungan tersebut, ia sama sekali tidak memiliki amarah maupun dendam terhadap Ibunya maupun Mikun, bahkan ia mengklaim mendukung apapun yang dilakukan asalkan bahagia. 

"Saya tidak marah, apapun yang dilakukan Ibu saya dukung, pokoknya Ibu bahagia saya dukung," ucap Rini di Polres Trenggalek. 

Anak kandung dari korban Tukinem ini berkilah tidak pernah merancanakan untuk menganiaya Ibunya dengan digelonggong air hingga tewas. menurutnya kejadian yang dilakukan secara beramai-ramai itu hanya spontannitas. 

"Tiba-tiba muncul begitu saja cara mengobati dengan cara (digelonggong) itu, sebelumnya tidak ada rencana sama sekali. Sebelumnya tidak ada rencana maupun cekcok, kami tanpa sadar melakukan itu," imbuh tersangka Rini. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana memastikan, kondisi kesehatan para tersangka dalam kondisi sehat. Yang bersangkutan juga telah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD dr Soedomo Trenggalek. 

"Kalau hasil pemeriksaan seperti apa, itu rahasia penyidik, tapi yang bersangkutan sehat dan biaa menjelaskan secara rinci terjadinya kasus itu (kekerasan), " kata Andana. 



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Terima Kasih telah mampir di www.trenggalekkita.com, silakan untuk menuliskan komentar pada kolom di bawah ini. Penulisan komentar tidak boleh mengandung kata-kata kotor, SARA serta berbau pornografi. Kami juga tidak mengzinkan pencantuman link. EmoticonEmoticon